FAMe Siap Bantu Pemerintah Maksimalkan Fungsi Anjungan PKA

20

SANTERDAILY.COM  | BANDA ACEH.  Sejumlah anjungan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) yang terletak di Taman Ratu Safiatuddin, Lamprit, terkesan diabaikan dan dimanfaatkan hanya untuk even-even tertentu. Sehingga, bangunan yang megah tersebut menjadi tidak  terurus.

Untuk itu, Forum Aceh Menulis (FAMe) meminta pemerintah Aceh menjadikan Komplek PKA menjadi sebuah simbol adat, budaya dan sejarah Aceh sehingga dapat diolah menjadi sebuah ikon wisata yang dapat dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun manca negara.

Koordinator Forum Aceh Menulis (FAMe) Banda Aceh, Riri Isthafa Najmi meminta pemerintah Aceh memperhatikan komplek  PKA yang sudah terbengkalai tanpa perawatan. Komplek  PKA   juga dapat dijadikan galeri seni, adat dan budaya dan dapat diolah menjadi sebuah ikon wisata yang dapat dikunjungi wisatawan.

“PKA juga merupakan situs yang selamat dari tsunami dahsyat 2004. Ini bisa digunakan jadi pembelajaran tentang back to basic, kembali ke rumah adat Aceh yang kaya budaya,” sebut pemuda Aceh Selatan tersebut.

“Apalagi sebulan lagi PKA akan mengadakan pergelaran budaya, adat-istiadat, dan sejarahnya yang Ke-7. Sehingga dengan waktu yang sesingkat itu, panitia penyelenggara dan pengurus yanh mendiami anjungan tidak mengurusinya dengan baik, “lanjutnya.

“Sangat disayangkan bangunan yang bagus hanya dipakai lima tahun sekali, setelah itu dibiarkan begitu saja,” ujar Riri.

Riri beserta awak FAMe siap memberi masukan dan bekerjasama dengan pemerintah untuk menjadikan PKA sebagai salah satu ikon Aceh.

“Kita prihatin melihat arena PKA terbengkalai dan kumuh, tiada yang mengurusi. Alangkah lebih baik dijadikan tempat wisata, sehingga PKA jadi ikon Aceh yang kaya adat istiadat dan khazanah budaya,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here