Kekayaan Dan Tempat Tinggal Pengaruhi Penggunaan Bahasa Aceh

34

SANTERDAILY.COM | BANDA ACEH.   Ziaul Fahmi, salah seorang calon duta bahasa provinsi Aceh 2018 mengatakan, bahasa Aceh merupakan bahasa khas daerah Provinsi Aceh yang sudah ada dari masa dulu. Bahasa Aceh merupakan bahasa yang paling banyak digunakan oleh penduduk yang ada di tanah Islandar Muda ini, sekitar 70% penduduk Aceh menggunakan bahasa Aceh dalam kehidupan sehari-harinya.

“Selebihnya masyarakat menggunakan bahasa daerahnya masing-masing seperti bahasa Gayo, Aneuk Jame, Devayan, Haloban, Alas, Singkil, Pakpak, dan sebagainya, “lanjut Fahmi.

Ziaul Fahmi melanjutkan, hal ini menunjukkan betapa kaya Aceh dengan Bahasa dan Budaya. Namun demikian banyak orang Aceh yang merasa gengsi untuk menuturkan bahasa Aceh atau mengajarkan bahasa daerah (Aceh) kepada anak-anak mereka.

“Hal ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan tempat tinggal masyarakat tersebut. Seiring berkembangnya zaman sudah sangat sedikit kita temui anak-anak khususnya di perkotaan yang berbicara bahasa daerah (Aceh) kecuali di daerah tertentu atau di perkampungan, “tambahnya.

“Belajar bahasa asing bertujuan untuk tidak tertinggalnya akan kemajuan zaman, tetapi meninggalkan kebiasaan daerah (adat) sama dengan meninggalkan budaya dari nenek moyang itu sendiri, “gugatnya.

“Sungguh sangat disayangkan berlahan Aceh mulai hilang ciri khasnya. Aceh yang istimewa terasa hanya tinggal sejarah dan namanya saja, “tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here