Terkait Adanya Guru Di Pulo Aceh Tidak Memperoleh Tunjangan Daerah Khusus, Ini Kata Disdikbud Aceh Besar

  • Whatsapp

SANTERDAILY.COM |ACEH BESAR.  Terkait ada sebagian guru yang mengajar di Pulo Aceh, plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh  Besar, Fata Muhammad, S. Pd.I MM. menyampaikan beberapa hal.

“Disdikbud Aceh Besar telah melakukan upaya untuk menyampaikan ke Kemendikbud, saat diundang pada acara verifikasi data daerah khusus (daerah tertinggal dan sangat tertinggal) dari tanggal 04-06 Juni 2018 di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut Disdikbud Aceh Besar mengusulkan agar bisa mendapatkan kembali, namun kata  operator dari Kemendikbud tidak bisa diubah lagi, tetapi kalau misalnya dari status sangat tertinggal ke tertinggal masih bisa. Pada verifikasi tersebut menurut Permendesa, Aceh Besar memiliki 405 desa tertinggal dan 35 desa sangat tertinggal “ujar Fata.

“Hadir pada acara tersebut Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Agus Jumaidi, M. Pd.  didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Drs. Imran juga menjumpai Tagor Alamsyah yang menangani tentang Data Tunjangan Guru Kemendikbud. Tagor menyarankan agar mengisi data dengan benar, baik itu mengenai akses jalan, internet, jarak dengan ibukota kecamatan atau kabupaten, data dari operator desa tersebut diteruskan ke BPM Kabupaten dan dilanjutkan ke Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal, “jelas Fata.

“Diperoleh informasi bahwa, data untuk daerah khusus diambil berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) oleh Kementerian Desa Tertinggal, Kemendikbud membayar tunjangan berdasarkan desa yang telah divalidasi “tertinggal” oleh Kementerian Desa. Data diambil dari Simdes terkoneksi dengan Kementerian Desa, Kemendikbud menggunakan data base Kementerian Desa, untuk menentukan desa mana yang termasuk ke dalam wilayah khusus, “beber plt.Kadisdikbud.

“Untuk tahun 2017 sekolah yang mendapatkan kategori daerah khusus, SDN Lampanah, SDN Trans Despot, SDN Kuta Rentang, SDN Lampuyang, SDN Meulingge, SDN Leungah, SMPN 5 Seulimeum, SMPN 4 Seulimeum, SMPN 2 Pulo Aceh, SMP Satu Atap Rinon dan SMPN 2 Seulimeum dengan jumlah guru yang menerima tunjangan sebanyak   67  orang, “urai Fata.

“Sementara untuk tahun 2018, terjadi pengurangan, SMP Satu Atap Rinon dan SMPN 2 Seulimeum  tidak termasuk dalam katagori, jumlah penerima hanya 54 orang, bahkan SMPN 1 Pulo Aceh dari tahun 2017 sampai 2018 tidak termasuk dalam katagori, “ujarnya.

“Sebenarnya pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah berupaya meng-SK kan desa yang dianggap  Daerah Khusus, namun Kementerian Desa mengambil data pada Simdes bukan berdasarkan SK yang dikeluarkan Pemerintah setempat, “pungkas Fata.

Related posts