Bupati Aceh Besar Lakukan Temu Ramah Dengan Kontingen PKA VII

23

SANTERDAILY.COM | ACEH –Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali menghadiri acara temu ramah dengan para peserta Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke 7 kontingen Kabupaten Aceh Besar, di SMK Negeri Al-Mubarkeya, Kaye Lee, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Minggu (19/8/2018) malam.

Acara temu ramah itu berlangsung khidmat, dimulai dengan makan malam bersama, antara para perserta dengan bupati Aceh Besar serta jajaran SKPD terkait. Setelah itu, penari dari kontingen Aceh Besar menampilkan tarian kolosal yang menceritakan tentang cerita rakyat dari Aceh Besar, Amat Rhang Manyang.

Mawardi Ali berterimakasih kepada seluruh peserta dari kontingen Aceh Besar, atas kerja keras dalam ajang PKA ke 7, dengan hasil yang diperoleh mendapatkan juara kedua, di bawah Aceh Selatan yang menyabet juara umum. “Meski gagal mempertahankan juara umum,  kerja keras kontingen Aceh Besar patut diapresiasikan, “ujar Mawardi.

“Target kita juara umum, kita semua sudah berusaha ikut semua cabang tapi tentu ada hal-hal teknis, seperti beberapa pertandingan tidak bisa dilaksanakan. Kita tidak menyalahkan siapapun, kita harus bangga, bahagia mendapatkan juara dua, kita sudah berusaha dan itulah yang kita peroleh, ” kata Mawardi.

Lebih lanjut, kata Mawardi, mempertahankan lebih berat dibandingkan ketika meraihnya. Pada PKA ke 6 empat tahun lalu, Aceh Besar keluar sebagai juara umum. Katanya, tentu mempertahankan juara umum itu jauh lebih sulit daripada saat meraihnya.

“Alhamdulillah kawan-kawan sudah bisa bekerja keras untuk bisa mendapatkan juara dua. Mendapatkan juara dua juga bukan mudah. Tapi yang jelas mempertahankan juara umum itu sangat sulit, insyaallah ke depan kita jaga kekompakan lagi untuk merebut juara umumnya kembali,” ujar Mawardi.

Disamping itu, Mawardi menambahkan  bahwa ada yang lebih penting jika dibandingkan dengan perolehkan juara. Yakni bagaimana kita terus melestarikan budaya Aceh itu yang sudah banyak ditinggalkan pada generasi sekarang ini. Begitu banyak anak-anak sekarang yang sudah mengikuti budaya barat ketimbang melestarikan budaya Aceh itu sendiri.

“Yang paling penting bukan juaranya, tetapi kita bangun kembali budaya Aceh yang sudah banyak ditinggalkan oleh generasi kita, “tegas Mawardi.

“Bagaimana kita harus mengembangkan kembali adat dan budaya Aceh, budaya di masa yang lalu. Seperti tarian Amat Rhang Mayang tadi, yang batunya masih ada di Krueng Raya Aceh Besar  dan banyak kisah-kisah lainnya. Yang terpenting itu kita harus menghidupkan, melestarikan, mengembangkan kembali budaya Aceh yang sudah banyak ditinggalkan, “tutup Mawardi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here