Nova Iriansyah : Mimpi Tokoh Pendahulu, Aceh Memiliki Generasi Tangguh

112

SANTERDAILY.COM | BANDA ACEH—-Plt. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT menjadi Inspektur upacara pada acara peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-59 yang diadakan di lapangan Tugu Darussalam Banda Aceh pada minggu (02/09/2018).

Berikut pidato tertulis yang dibacakan plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah :

“Mimpi tokoh-tokoh pendahulu Aceh memiliki generasi tangguh menghadapi era perubahan yang terus bergerak dari masa ke masa, kelak diinskripkan sebagai Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh. Dari titik ini, tugu komitmen menempatkan SDM sebagai prioritas pembangunan, pelan-pelan dibangun, “ucap Nova.

Tak bisa dinafikan bahwa Kota Pendidikan Darussalam adalah persembahan maha karya para pendahulu Aceh. Di situ, dua universitas termasyhur yaitu Unsyiah dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN), kini berganti jubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, lahir dan menjadi ikon nusantara. “Ini adalah karya besar tokoh-tokoh pendahulu Aceh di bidang pendidikan, “kata Nova Iriansyah.

Sebagai “Jantung Hatinya Rakyat Aceh”, Unsyiah dan UIN harus mampu pula menyuguhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki karakter keacehan, keislaman dan keindonesiaan secara politik. Harapannya, kelak generasi Aceh mampu berpikir kritis, kreatif, komunikatif dan berkolaborasi sebagai karakter yang diperlukan dalam menghadapi tantangan perubahan zaman.

Pemerintah Aceh periode 2017-2022, kata Nova Iriansyah, sudah berupaya mengaktualisasi harapan itu dengan memprioritaskan pembangunan bidang pendidikan sebagai salah satu dari 15 program unggulan yang diberi nama “Aceh Carong”.

“Program ini diharapkan dapat mengakselerasikan target capaian pembangunan bidang pendidikan sesuai dengan target nasional,” ungkap Nova Iriansyah.

Dari dasar pemikiran inilah maka peringatan Hardikda ke-59 tahun 2018 mengambil tema “Aceh Carong Menuju Era Industri 4.0.” Momentum ini dijadikan wahana evaluasi terhadap berbagai program pendidikan yang sudah dijalankan.

Pelaksana Gubernur Aceh ini menilai, pendidikan merupakan satu fondasi terpenting dalam sebuah bangsa. Karena itu, hampir semua negara menjadikan isu pendidikan sebagai ujung tombak pembangunan bangsa. Pemerintah Aceh telah memasukkan isu pendidikan menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh tahun 2017-2022.

Dokumen tersebut, katanya, menunjukkan tekad pemerintah Aceh untuk menyediakan layanan pendidikan yang relevan dan bermutu sehingga menghasilkan lulusan berdaya saing dan memiliki karakter akhlakulkarimah.

Untuk mencapai target sasaran tersebut, tentu semua pihak harus terlibat secara terintegrasi, seperti; Dinas Pendidikan, Kanwil Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Dayah, BAPPEDA Aceh, Majelis Pendidikan Aceh (MPA), Lembaga Perguruan Tinggi dan seluruh komponen masyarakat lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here