Insiden Workshop

93

SANTERDAILY.COM | CERPEN—-Senin pagi, biasanya hari yang paling Windi benci. Namun tidak untuk Senin ini. Segera ia update status di beranda facebooknya “This is the first time I Love Monday”.

Bukan tanpa alasan jikalau Senin pagi ini ia bersemangat. Karena ia akan mengikuti workshop menulis. Membayangkan dirinya mempresentasikan tulisannya dengan gagah berani seperti serdadu yang akan berperang, membuatnya senyum-senyum sendiri. Belum lagi dorongan dari teman-temannya supaya ia bisa menerbitkan tulisannya yang menurut mereka sudah layak dibaca, bukan dibajak.

Meskipun menurutnya tulisannya belum sebagus penulis handal, namun seseorang mengatakan yang penting dibuat buku saja terlebih dahulu. Jangan perdulikan ada yang membeli atau tidak, ada yang membaca atau tidak. Setidaknya ada jin yang melihatnya. Alasan yang absurd namun berhasil memompa semangatnya.

Begitu sampai di TKP (halah, apaan TKP), dengan langkah yang tegap dan semangat yang meledak meletup, ia memasuki ruangan. Tidak ada satupun wajah yang ia kenal.

Ia memilih duduk di kursi paling depan (orang pinter biasa duduk di depan, hi hi hi). Alasannya klasik, supaya ia bisa menyimak materi yang diberikan mentor (padahal karena matanya yang sudah mulai rabun).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here