Komite MAN 4 Aceh Besar Gelar Seminar Pendidikan

98

SANTERDAILY.COM | ACEH BESAR—Komite MAN 4 Aceh Besar menggelar acara silaturrahim dengan orang tua/wali siswa yang sekaligus dirangkai dengan Seminar Pendidikan yang bertema “Peran orang tua dalam pendidikan anak” pada Sabtu (29/09/2018) di aula madrasah terpadu Tungkob.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini menghadirkan pemateri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar, DR Silahuddin, M Ag dan dosen STAI Tgk. Chik Pante Kulu.H. Mursalin Basyah.

Ketua Komite MAN 4 Aceh Besar, H. Musannif, S.E. dalam sambutannya saat membuka acara menyatakan tanggung jawab pendidikan ada di sekolah dan masyarakat. Oleh karenanya persoalan pendidikan harus dipikirkan juga oleh masyarakat bukan hanya oleh sekolah.

“Harapan kita pendidikan mampu menghasilkan manusia paripurna yang dapat bermanfaat bagi manusia lainnya, “tutur Musannif.

Sementara itu Kepala MAN 4 Aceh Besar, Hj. Nuranifah, S Ag dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan program kelas orang tua (Parenting Class) sebagai salah satu upaya komite dan madrasah dalam penerapan Penguatan Pendidikan Karakter guna menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter.

Pemateri pertama DR Silahuddin dalam paparannya menyebutkan pendidikan adalah milik bersama. Karenanya semua pihak harus melaksanakan tugas dan fungsi pokoknya masing-masing dalam membangun pendidikan.

“Semua harus menjalin kerjasama dan tidak saling menyalahkan, ” kata Silahuddin.

“Bekerjasama tidak hanya terbatas pada instansi masing-masing, namun juga bekerja sama dengan dayah, MPD, kepolisian, dan pihak terkait lainnya, “tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan guru tidak hanya mangajar, tetapi harus menjadi pendidik, menjadi teladan atau role model bagi peserta didik. “Bekerjalah dengan hati dan penuh keikhlasan agar mendapat berkah dari Allah Swt, “ucap Silahuddin.

Pemateri seminar yang kedua, H. Mursalin Basyah mengungkapkan, dalam mendidik anak, orang tua dan guru harus mendahulukan kasih sayang, baru kemudian ilmu.

“Ilmu memang indah, tapi harus dilandasi pada pondasi yang kuat yaitu cinta dan kasih sayang”, kata Mursalin.

“Dengan demikian akan terwujud generasi yang diharapkan agama dan bangsa, “ujarnya.

Seminar yang dimoderatori oleh Nurchaili, S.Pd., M.Kom ini turut dihadiri oleh Camat Kecamatan Darussalam beserta jajaran muspika dan diikuti dengan penuh antusias oleh ratusan orang tua dan wali siswa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here