Mengenal Sosok Dr. Mulia Rahman, MA dalam Pandangan Kolega

26

Oleh: Muhammad Syarif.SHI, M.H*
SANTERDAILY.COM | BANDA ACEH—Mulia Rahman, lahir di Banda Aceh gampong Lambhuk kecamatan Ulee Kareng pada tanggal 18 April 1988, merupakan anak pertama dari tiga bersaudara bernama Rizkinaya Magistra, Muhammad Ilham Munandar dan Miftahul Jannah. Ayahanda bernama Drs. H. Nasruddin, AR, M. Si bin H. Abdurrahman seorang dosen, lahir di Blang Pidie Aceh Barat Daya, dan ibunda bernama (almh) Hj. Rosdi Maulidar binti H. Hasballah Abidin seorang ibu rumah tangga yang lahir di gampong Lambhuk Banda Aceh, dan memiliki istri bernama Rabi Agustia, SH serta seorang putra bernama Muhammad Mumtazul Fikri.

Sejak kecil Mulia sudah memiliki bakat kepemimpinan. Jenjang pendidikan sangat runut mulai dari Taman Kanak-Kanak Pertiwi Bogor, MIN I Banda Aceh, MAN Model, Fakultas Tarbiyah IAIN Ar-Raniry serta terakhir Studi Doktoral Pendidikan Agama Islam UIN Ar-Raniry.

Sejak Tahun 2007 saya mengenalnya telah aktif diberbagai aktifitas sosial, terutama bersentuhan dengan dunia pendidikan al-qur`an. Mulia berkecimpung dalam aktifitas Remaja Masjid Lambhuk serta Direktur TPA A-Ishlahiyah Lambuk.

Keaktifannya pada dunia masjid menghantarkannya menjadi salah satu pengurus DPW BKPRMI Banda Aceh yang diperhitungkan. Berbagai jabatan kala itu ia sandang sebut saja; Sekretaris I, Direktur LPSDM hingga pada akhirnya beliau maju dalam pesta demokrasi Musyawarah Wilayah (MUSWIL) BKPRMI Aceh. Secara telak Dr. Mulia Rahman, MA dengan mudah mengalahkan rivalnya dalam pesta demokrasi BKPRMI Aceh.

Dr. Mulia Rahman, MA yang kini menjabat sebagai Ketua DPW BKPRMI Aceh semakin lincah dalam membangun sinergisitas dengan berbagai ormas Islam tingkat Provinsi dan Lembaga Pemerintahan di Aceh dan Luar Aceh. Kelincahannya dalam berorganisasi semakin teruji dimana ia merubah tradisi lama dan menjadikan BKPRMI Aceh sebagai lembaga yang diisi oleh dominasi anak-anak muda yang energik. Karna bagi Mulia, saatnya yang muda berkarya.

Mulia juga aktif menjadi dosen kopertis yang bersertifikat dosen profesional dibidang Pendidikan Agama Islam. Bermodalkan sertifikat profesi dosen itu pula, ia menjadi dosen di berbagai perguruan tinggi sebut saja; dosen pada Universitas Abulyatama Aceh, Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Aceh, Akademi Kebidanan Yayasan Harapan Bangsa Aceh, Akademi Kebidanan Saleha Aceh, Akademi Kebidanan Mona Aceh, STAI Nusantara Aceh, STIMIK Nusantara Aceh, AMIKI Aceh.

Dr. Mulia juga terlibat aktif pada Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA) dibawah bimbingan Prof. Dr. Hasbi Amiruddin, MA. Berbagai aktifitas penelitian bersama koleganya di LSAMA ia laksanakan. Dua yang terakhir dan sedang berproses adalah Penilaian Dayah bersih dan Sehat serta Dayah di Banda Aceh ditinjau dari berbagai Interprestasi ( Kerjasama Disdik Dayah Banda Aceh dengan LSAMA Tahun 2019).

Mulia juga terlibat aktif dalam berbagai penulisan karya tulis Ilmiah. Adapun karya Ilmiyah yang pernah diterbitkan:Pengembangan Pendidikan Islam yang berorientasi Pada Nilai (At-Thullab Jurnal Mahasiswa, 2011).Korupsi dalam Perspektif Hukum Islam (dalam buku: Ulama dan Politik Menyongsong Aceh Baru, 2011).Kedahsyatan Shadaqah di Bulan Ramadhan (dalam buku: Pintu-Pintu Syurga di Ramadhan, 2012). Keikhlasan Bekerja Dalam Perspektif Kontemporer (Islamic Studies Journal, 2016), Institusi Pendidikan Islam Di Nusantara Pada Masa Awal Islam (Meunasah, Rangkang, Dayah) (Islamic Studies Journal, 2016), Ia juga aktif sebagai editor buku, di antara buku yang pernah diedit adalah: Perilaku Organisasi dalam Manajemen Pendidikan, Ar-Raniry Press, 2013, Sejarah Islam Politik Indonesia: Dari Pra-Kemerdekaan Hingga Era Reformasi, Ar-Raniry Press, 2013. Melihat rekam jejaknya maka Mulia yang bergenocide Barsela ini, sangat layak kedepan menjadi salah satu jajaran pengurus Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Banda Aceh, bukan karena faktor kedaerahan, akan tetapi dilatarbelakangi dengan aktifitasnya yang selama ini bersentuhan dengan dunia pendidikan. Kita berharap agar Bapak Walikota Banda Aceh dibawah kepemimpinan Aminullah Usman dan Wakil Walikota Banda Aceh Zainal Arifin mempertimbangkan Mulia Rahman untuk menjadi salah satu personil MPD Kota Banda Aceh. Saatnya yang muda mengambil peran dalam mewujudkan Banda Aceh Gemilang dalam bingkai Syari`ah.

*Penulis adalah Sekjend DPP ISKADA Aceh dan Dosen Legal Drafting Prodi Hukum Tata Negara UIN Ar-Raniry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here