Dr Silahuddin : Rakyat Jepang Sangat Komit pada Peraturan

145

SANTERDAILY.COM | JEPANG—-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Aceh Besar, Dr Silahuddin MAg beserta beberapa Kadisdikbud dan Kemenag Kabupaten/Kota serta beberapa kepala sekolah melakukan lawatan _cooperative study to Jepang_ dalam bidang Pendidikan selama tujuh hari, 10-16 Juni 2019 yang difasilitasi oleh Artline Sachihata, Jepang.

Dr Silahuddin kepada santerdaily.com pada Kamis (14/6/2019) melalui pesan watsapp mengatakan selama di sana rombongan cooperative study mengunjungi beberapa tempat di antaranya, museum *Science*, *tsutenkaku tower*, *Kyoto Fushimi Temple*, *Nagoya Castle*, *Inazawa Factory*, dan *Sachihata HQ*.

“Ada hal yang sangat menarik ketika kami mengunjungi museum tentang sejarah lahirnya kota Osaka. Semua peninggalan sejaran mereka rawat dengan baik, sehingga siapapun yang datang akan mengetahui sejarahnya,” ujarnya.

Lebih lanjut katanya museum tersebut banyak sekali dikunjungi oleh masyarakat Jepang baik warga biasa begitu juga kaum terpelajar dari siswa hingga mahasiswa di samping itu juga wisatawan luar negeri juga antusias mengunjungi tempat bersejarah itu, hal tersebut akan memperkaya pengetahuan dalam literasi sejarah.

Dr Silahuddin menambahkan hal menarik lainnya yang kami perhatikan masyarakat Jepang sangat menyukai jalan kaki dan bersepeda daripada mengendarai motor ataupun naik mobil, sehingga saya jarang menjumpai orang jepang yang gemuk, mereka kebanyakan lebih langsing.

“Kebersihan lingkungan sangat menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat Jepang. Bagi perokok hanya boleh pada area tertentu yang sudah disediakan tempatnya. Mereka juga membawa kantong plastik jika ada sampah akan dimasukkan dalam kantong plastik yang dibawanya jika tidak ditemui tong sampah. Warga Jepang sangat komit pada peraturan yang sudah dibuat,” tegasnya.

“Jika saya perhatikan ada empat budaya yang berkembang di Jepang, budaya kebersihan, budaya sopan santun, budaya berolah raga dan budaya baca atau literasi,” ungkapnya.

“Budaya tersebut bisa kita kembangkan di daerah kita jika kita mau memulainya dari rumah tangga, diajarkan di sekolah dan didukung oleh lingkungan,” tutup Dr Silahuddin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here