BEM FH Muhammadiyah Bekerjasama dengan SOMADA Gelar Diskusi Publik

38

SANTERDAILY.COM | BANDA ACEH–Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Muhammadiyah Aceh bekerjasama dengan Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda(SOMADA) Aceh Besar melaksanakan diskusi publik dengan tema “Bersatu Menangkal Bahaya Radikalisme Dan Terorisme Di Indonesia” Selasa, 25 Juni 2019

Kegiatan yang pandu oleh ketua BEM Hukum Unmuha itu berlangsung dengan hangat di 3 In One Coffee Shop lantai II Banda Aceh, karena turut hadir Prof M Hasbi Amiruddin Ketua FKPT Aceh, Tarmizi MSI Aktivis 98/Ketua Pospera Aceh dan Tgk Muhazzir Budiman, M. Ag akademisi STISNU Aceh.

Dalam pemaparannya Prof Hasbi Mengatakan bahwa dalam Islam paham radikal harus di lawan bukan dengan cara membunuh, karena Islam itu Rahmatan Lil’alamin. Allah SWT menyuruh kita untuk mencegah kemungkaran namun masih ada orang-orang yang keliru dalam memaknai ideologi sehingga kita harus mengenalkan bahaya radikalisme.

Lebih lanjut Prof Hasbi menyampaikan Siapa yang tidak menghukum dengan hukum Allah maka dia kafir, itu yang sering di katakan oleh sebagian kelompok. Padahal kita tidak bisa mengambil kesimpulan secara sepihak.

Kemudian Tgk Muhazzir Budiman juga menyampaikan bahwa kenapa kita radikal karena kita dibatasi tentang penjelasan-penjelasan tentang radikal itu yang ada di dalam Islam, tapi yang harus kita ketahui bahwa Islam di turunkan oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam tidak hanya untuk orang-orang Islam saja akan tetapi untuk seluruh dunia.

Yang terpenting sekarang Islam harus bersatu agar tidak terjadi perpecahan dan diadu domba oleh orang-orang yang mempunyai maksud tertentu, Jangan memperdebatkan hal-hal yang berbeda pemahaman karena yang terpenting adalah sama dalam memahami rukun Iman dan Islam.

Ketua Pospera Aceh Tarmizi MSI atau lebih akrab disapa Wak Tar ini turut menyampaikan bahwa radikalisme dan terorisme ketika dimasyarakat banyak terjadi judgement yang berkembang namun kampus seperti diam karena jarangnya dilakukan kajian publik dalam diskusi seperti ini.

Sehingga gerakan-gerakan sosial yang terjadi dan adanya kesamaan pemikiran sehingga menjadikan kelompok tertentu menyimpulkan bahwa yang bertentangan dengan pemikirannya adalah orang yang salah, harusnya di antara kita saling mengenal sesuai dengan karakter orang tersebut bukan seperti karakter kita.

Ditambah adanya kepentingan-kepentingan yang bercampur menjadi satu sehingga terjadi gerakan sesuai dengan pemikiran orang atau kelompok tersebut. Seperti yang terjadi hari ini adalah konsensus, dimana menjadikan berita viral sebagai kebenaran tanpa di fikirkan dengan akal.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here