Terkait Penyusunan RIPPARKAB, Begini Komentar Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar

  • Whatsapp

SANTERDAILY.COM | ACEH BESAR—Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar, Muhibuddin SE saat diwawancarai oleh media ini tentang penyusunan RIPPARKAB, sesaat setelah mengikuti kegiatan FGD di gedung Dekranas mengatakan dalam melaksanakan suatu kegiatan pembangunan tentunya perencanaan merupakan yang terdepan yang harus dilakukan.

Disparpora Aceh Besar menggelar Fokus Group Diskusi (FGD) terkait penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB) Aceh Besar pada Rabu (16/10/2019) yang diikuti oleh 40 orang terdiri atas Dinas terkait, perwakilan dari kecamatan lokasi wisata, dan para pelaku usaha pariwisata bertempat di Gedung Dekranas, Gani.

Read More

Lebih lanjut Muhibuddin menyebutkan khususnya untuk pariwisata Aceh Besar, Disparpora telah meminta bantu ITB untuk menggali potensi-potensi yang ada di Aceh Besar.

“Rekomendasi itu nanti akan dijadikan bahan dalam penyusunan qanun pariwisata Aceh Besar. Ini penting supaya kita ada arah dan suatu yang hal yang jelas tujuannya itu,” tambahnya.

Untuk itu sebutnya dengan adanya rencana induk ini tentu pembangunan lima tahun ke depan itu sudah punya konsep, kemana mau dibawa. Jadi penting kegiatan seperti ini untuk kita sukseskan bersama dan kita minta kepada semua pihak memberikan data sebenarnya supaya tidak salah dalam menganalisa nantinya.

“Oleh karena itu keterkaitan dengan dinas-dinas yang lain sudah pasti, karena pariwisata ini harus didukung oleh instansi-instansi terkait lainnya, baik infrastruktur, perhubungan, dan telekomunikasi serta instansi yang lain karena merupakan kebutuhan. Sesuatu yang dibutuhkan dalam menjalankan pariwisata harus kita support dan kita minta semua dinas terkait dapat membantu dan pro aktif,” tandasnya.

Kadisparpora : Semua Leading dan Lintas Sektor bisa Berikan Konstribusi

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi mengatakan tim sedang mengumpulkan data dan survey untuk menetapkan rencana induk pariwisata di Aceh Besar.

“Kali ini merupakan pertemuan forum diskusi awal, tentunya setelah data-data survey segala macam disusun narasi dan materi sesuai dengan tataran kondisi yang ada,” terangnya.

“Nah, nanti kita diskusikan lagi, ada forum yang kedua, karena kenapa, supaya dokumen induk ini betul-betul sempurna dan sesuai dengan kebutuhan serta kenyataannya yang ada di Aceh Besar, jadi tidak bisa kita susun sembarangan,” ungkap Ridwan.

Ridwan menambahkan fungsi Fokus Group Diskusi ini adalah semua leading dan lintas sektor bisa memberikan konstribusi terhadap kesempurnaan dalam menyusun rencana induk ini.

“Semua stakeholder kita ajak, menambah informasi bagaimana strategi alur dan arah untuk pembentukan qanun ke depan. Kita rencanakan desember ini sudah siap rencana induk ini dan pada tahun 2020 dapat diqanunkan oleh DPRK,” tutup Ridwan Jamil.[]

Related posts