Munajat Rindu

  • Whatsapp

Oleh: Irma Yunita S. Pd. I
(Pegiat Forum Aceh Menulis dan Mahasiswi Pasca Sarjana UIN Arraniry asal Banda Aceh).

Hati, perlukah aku tutupi luka dengan plaster doa?
Pada zat yang maha di atas segalanya?
Kau ingin aku selalu menangis di setiap sujudku?
Tatkala menjumpaimu di atas sajadah rindu?

Read More

Inikah yang kau ingin wahai zat perasa?
Agar aku menjadi hambaNya yang takwa?
Menegur di setiap sisi diriku yang cela?
Memberi banyak cecap sesal beribu asa?

Wahai qalbu makhluk serba tahu,
aku ini makhluk lemah yang ragu,
yang selalu ku abai dan lupakan,
terlena pada waktu yang sudah ku siakan.

Kau pintar dalam mengkritikku,
kau berhasil menyeret nuraniku,
kau tegur pilihan burukku yang lampau,
hingga aku merasa malu pada masa laluku.

Sekarang aku tahu mengapa simpatiku tiada,
kau sebagai penyemangatku terbesit kecewa,
sebab aku malu pada hari-hari tanpa amalan,
masa laluku telah mewariskan banyak kekhilafan.

Kau menang, Hati! Kau telah mengundangku kembali,
aku sudah menyesali segala kenangan dan memori,
aku memang sudah harus kembali,
memutar arah kemudi yang kau rindui,
memperbaiki apa yang kupilih hingga kutemui,
sebuah jalan lurus yang dulu sengaja ku hindari.

Kumohon hati! Biarkan aku melangkah dan memulai,
bimbinglah aku dalam menjalani jalan baruku ini,
aku pastikan takkan pernah menoleh ke belakang lagi,
aku siap menjadi sosok yang selama ini kau rindui.

Aku tahu banyak menyangkal kebenaran yang kau tawarkan,
yang selalu kau bisik lembut dan penuh harapan,
tapi kini aku siap jadi sosok baru yang kau harapkan,
semangat mendayung menuju pulau impian dan idaman.

Related posts