Ketua Dekranasda Buka Pelatihan Bordir Tas Motif Aceh dan Finishing Tas Motif Aceh

  • Whatsapp

Banda Aceh – Ketua Dekranasda Kota Banda Aceh, Hj Nurmiaty AR Membuka secara resmi Pelatihan Bordir Tas Motif Aceh dan Finishing Tas Motif Aceh Tahun 2020 di Aula Gedung Kantor Sekretariat Dekranasda Kota Banda Aceh, Kamis (13/2/2020).

Mengusung tema “Melalui Pelatihan Bordir Tas Motif Aceh Kita Tingkatkan Ketrampilan Perajin dalam Menyiapkan Produk Kreatif dan Inovatif”, seremonial pembukaan pelatihan ini turut dihadiri Wakil Ketua I Dekranasda, Hj Fauziah, Kepala Dinas Pariwisata, Iskandar, Plt Kdinsos, Rizal Junaedi, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kota Banda Aceh dan Instruktur Pelatih.

Read More

Saat membuka kegiatan ini, dalam sambutannya Nurmiaty AR mengatakan sehubungan dengan program kerja Dekranasda Kota Banda Aceh Tahun 2020 tentang penguatan kapasitas perajin dan UKM dalam mendukung program Pemerintah Kota Banda Aceh, yaitu meningkatkan peran kelompok perajin Untuk membangun ekonomi kreatif.

“Untuk itu, Saya harap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan perajin dalam menyiapkan produk kerajinan berciri khas aceh yang mempunyai nilai seni dan nilai ekonomi sehingga dapat mendukung meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Nurmiaty.

Dengan dilaksanakan pelatihan tersebut, dirinya sangat berharap para peserta agar berlatih dengan tekun, teliti, sabar dan tetap serius sehingga hasilnya mempunyai nilai jual dan pada akhirnya dapat dijadikan sumber mata pencaharian.

Sementara itu, dalam laporannya Ketua Panitia yang juga Wakil Ketua I Dekranasda Banda Aceh, Hj Fauziah mengatakan jumlah peserta sebanyak 20 orang dari perwakilan sembilan Kecamatan yang ada di Kota Banda Aceh, Waktu Pelaksanaan yaitu 48 hari kerja dari tanggal 13 Februari sampai dengan 1 maret 2020 bertempat di kantor sekretariat Dekranasda Banda Aceh.

“Maksud dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas pengrajin dalam mengembangkan potensinya dalam mengolah produk kerajinan yang berkualitas guna mendorong meningkatnya ekonomi keluarga,” ujar Hj Fauziah.

Related posts