Asa Literasi Membara di Sekolah Kawasan Lhoong Aceh Besar

  • Whatsapp

Rabu pagi, 31 Maret 2021 kami menunaikan tugas sebagai Tim Literasi Aceh Besar untuk mengunjugi sekolah di Kawasan Lhoong guna menyampikan rencana literasi Aceh Besar ke depan.

Ketika memasuki kawasan Lhoong, kami disuguhi suasana yang memacu adrenalin. Pagi ini sekitar pukul 08.00 WIB, kawasan Lhoong masih menyuguhkan suhu yang berbeda.

Suhu pegunungan yang begitu dingin. kami bertanya dalam hati, apakah kondisi imun tubuhku melemah? Ya! Tidak seperti biasanya, dimana pada waktu yang sama biasanya sudah mulai terasa hangat di badan.

Akan tetapi, pagi ini benar-benar dingin menusuk tulang. Seolah-olah ingin berputar balik mengurungkan niat kami berkunjung ke sekolah di Lhoong. Sesekali kami jumpai pengendara motor yang mengenakan jaket tebalnya. Selang beberapa saat, kembali berlalu pegendara motor dengan jaket tebal di badannya. Terjawab sudah apa yang kami pertanyakan. Kami yakin tubuh kami sedang dalam kondisi sehat. Hanya memang saat ini suhu di Kawasan Lhoong memang begitu dingin.

Kami pacu motor, tak sabar menyampaikan pesan literasi ke sekolah di Kawasan Lhoong Aceh Besar. Namun lagi-lagi kami terusik. Begitu motor kami mulai menanjak area pegunungan, kembali kami dapati reruntuhan dahan, daun dan ranting di sepanjang jalan.

Kami harus ekstra hati-hati. Bahkan beberapa km di pegunungan kami dapati jalan yang basah yang menunjukkan wilayah ini bekas diguyur hujan lebat dan disertai angin kencang.

Terpaksa kuturunkan laju motorku demi keselamatan. Motor terus berjalan meskipun tidak dalam kecepatan tinggi. Jalan lurus berganti tikungan. Kami jumpai tanjakan dan turunan yang curam. Semua kami lewati demi sampai di tujuan. Beberapa jalan yang berlubang mewarnai aksi perjalanan kami. Adrenalin kami benar-benar teruji. Pantang bagi kami memutar balik kemudi motor.

Akhirnya sampailah di tujuan sekitar pukul 09.15 WIB. Kami mengunjungi sekolah yang pertama yaitu SMP Negeri 2 Lhoong. Berjumpalah kami dengan Kepala Sekolahnya yaitu Ibu Indrawati, S.Pd. Pucuk dicinta ulam tiba.

Segelas kopi panas dengan aroma yang menggoda disuguhkan serta beberapa potong kue. Kami segera dipersilakan menikmatinya. Tidak menunggu lama, segera kami minum dan kami nikmati beberapa potong kue yang ada. Dingin di tubuh berangsur-angsur berkurang.
Sembari menikmati kopi, kami sampaikan maksud dan tujuan tentang kegiatan literasi di Aceh Besar. Obrolan kami mengalir dengan santai.

Kami sampaikan agar kegiatan yang telah berjalan seperti membiasakan siswa membaca di Perpustakaan dapat dipertahankan. Tak lupa kami sampaikan amanah agar literasi di sekolah dapat ditingkatkan terutama sampai pada penerbitan Buku ber-ISBN dan pemilihan duta baca. Pihak sekolah menyambut baik pesan ini dan akan berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkannya di tahun 2021 ini.

Perjalanan belum usai. Kami berlanjut menyusuri jalan yang berliku menuju sekolah yang kedua yaitu SMP Negeri 3 Lhoong. Kurang lebih 8 km jaraknya dari sekolah pertama. meski tidak lagi melewati jalur pegunungan, tapi kami harus tetap waspada. Ketika tengah asyik melintas, tidak jarang kami dapati beberapa ekor sapi melintas di jalan raya.

Selang beberapa waktu kemudian sampailah di lokasi kedua yaitu SMP Negeri 3 Lhoong. Kurang lebih pukul 10.30 WIB. Segera saja kami disambut hangat oleh Kepala Sekolah Bapak Rasyidi, S.Pd dan Dewan Guru.

Tidak ingin menunda waktu, segera kusampaikan amanah tentang pesan peningkatan kegiatan literasi di Aceh Besar. Pihak sekolah menyambut baik apa yang kami sampaikan. Bahkan pihak sekolah berharap bisa bersinergi bersama dan saling berbagi khususnya demi kemajuan literasi di SMP Negeri 3 Lhoong. Ketika kami berkunjung, tampak beberapa siswa memanfaatkan Perpustakaan sekolah untuk membaca buku yang mereka gandrungi.

Disampaikan pula bahwa banyak siswa SMP Negeri 3 Lhoong yang memiliki kumpulan puisi dan cerpen. Hanya saja selama ini belum terfikir untuk menerbitkannya karena keterbatasan pengetahuan tentang penerbitan buku. Mengetahui itu, segera kami motivasi.

Akhirnya mereka akan segera berusaha untuk bisa menerbitkannya menjadi buku ber-ISBN. Selain itu komitmen kemajuan literasi di sekolah akan mereka jaga.

  • Whatsapp

Related posts