Deputi V Kantor Staf Presiden Narsum Kegiatan MPD Aceh Besar

  • Whatsapp

Aceh Besar – Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Besar melaksanakan sosialisasi Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar dengan menampilkan dua narasumber nasional yaitu Dra. Jaleswari Pramodhawardhani, M.Hum. yang merupakan Deputi V Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM, Kantor Staf Presiden, dan Kepala Ombudsman perwakilan Aceh Dr. Taqwaddin, SH., SE., MS.

Acara yang dilaksanakan online melalui zoom meeting dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Aly, dihadiri juga oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yakni, kalangan kepala sekolah/madrasah, para komite sekolah/madrasah, pengawas dan anggota MPD Aceh Besar.

Read More





Dalam sambutan pembukaan ketua MPD Aceh Besar menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting guna menghindari kesalahfahaman para pihak yang terlibat dalam pengelolaan dana pendidikan.

Dalam budaya kita sangat lazim bahwa masyarakat berperan aktif dalam kegiatan pendidikan bahkan dalam pengadaan lahan atau fisik sekolah, namun dengan ada Perpres 87 maka kita harus hati-hati agar tidak kemudian menjadi temuan atau melanggar hukum, ujar Mustanir Yahya.

Sementara itu Bupati Aceh Besar saat memberikan arahan dan membuka kegiatan sosialisasi mengingatkan terutama kepala sekolah, jangan sampai mismanage, jangan sampai terjadi di Aceh Besar ada Kepala Sekolah yang terlibat dalam penyalahgunaan dana sekolah.

Mawardi menyampaikan bahwa Pendidikan merupakan program strategis dari Pemda kita, mohon semua kita sama-sama ikut mendukungnya.

Dr. Taqwaddin memaparkan beberapa fakta bahwa, sekalipun telah jauh berkurang namun dalam dunia pendidikan kita masih terjadi pungutan-pungutan yang perlu ditertibkan, karena untuk sekolah negeri semua dana sudah dicover oleh pemerintah.

Di akhir sessi acara, tampil pembicara kunci, Bu Jaleswari Pramodhawardhani, sangat bersyukur ada kesempatan untuk bisa bersama-sama para komite sekolah dan kepala sekolah sehingga ada peluang mendengar beberapa hal yang fakta terjadi di lapangan sehingga memperkaya pemahaman tentang Kepres 87.

Acara yang dimoderatori Suraiya Kamaruzzaman berlangsung sampai siang yang diikuti sangat antusias oleh semua peserta dengan adanya banyak sekali pertanyaan.

Related posts