Disdikbud Aceh Besar Terima Kunjungan Komisi B DPRD Langkat

  • Whatsapp

Aceh Besar – Disdikbud Aceh Besar menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Kabupaten Langkat Sumatera Utara, yang membidangi pendidikan, Senin (24/5/2021) di aula Disdikbud Aceh Besar Kota Jantho.

Kunjungan Komisi B DPRD Kabupaten Langkat, Sumatera Utara terkait dengan peran serta Disdikbud Aceh Besar dalam melakukan system kegiatan pembelajaran tatap muka dimasa pandemi.

Read More

Rombongan dari Sumatera Utara tersebut terdiri atas Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Langkat, Sandrak Herman Manurung SSos, Wakil Ketua Komisi B, Ismed Barus, Anggota Komisi B, Romelta Ginting SE, H Agus Salim SE, Rina Lela Sari SE, Safii.

Sedangkan dari Disdikbud terdiri atas Kepala Disdikbud, Dr Silahuddin MAg, Sekdisdikbud, Fahrurrazi SE, Kabid Dikdas, Safrizal SSos, Kabid GTK, Cut Jarita SPd, Kabid Kebudayaan, Dra Zaimah Razali MSi, Kasi Kurikulum, Juwita SPd, dan Kasubag Umum, Zulfikar ST.

Ketua DPRD  Kabupaten Langkat, Sandrak Manurung Herman Manurung SSos dalam sambutan pembuka mengatakan pihaknya ingin mengetahui bagaimana sistem pembelajaran tatap muka dimasa pandemi.

Disamping itu mengenai kesiapan sekolah dalam menghadapi ujian dimasa pandemi dan proses pelatihan calon kepala sekolah (cakep) di Disdikbud Aceh Besar.

Sementara itu Kepala Disdikbud Aceh Besar, Dr Silahuddin MAg memaparkan apa yang sudah dilakukan oleh Disdikbud Aceh Besar diantaranya melaksanakan program sistem pendidikan terpadu di Aceh Besar yang komprehensif dengan semua komponen agama dan umum serta program tahfidz yang merupakan visi misi Bupati.

Dalam masa pandemi Silahuddin menyebutkan sejak awal sudah melakukan kemitraan dengan TNI/Polri, satgas Covid-19, sehingga dengan kemitraan yang baik, membuka diri , dan media juga memonitor, maka Aceh Besar tetap melaksanakan PBM sampai sekarang ini dengan luring dan daring.

Disamping Kadisdikbud, Kabid Dikdas, Safrizal SSos juga menyampaikan bahwa DPRK Aceh Besar sangat mendukung program-program peningkatan mutu pendidikan dengan menganggarkan anggaran melebihi plafon Nasional.

Kabid GTK, Cut Jarita SPd menyampaikan mengakui bahwa Aceh Besar masih kekurangan guru, kepala sekolah, dan peñgawas sekolah. Untuk itu Disdikbud melakukan upaya-upaya penanggulangan diantaranya perekrutan guru kontrak pada tahun ini mencapai 200-an.

Kabid Kebudayaan, Drs Zaimah Razali MSi menyampaikan bahwa dalam bidang kebudayaan masing-masing daerah mempunyai keunikan tersendiri. Aceh Besar salah satu yang diketahui hingga ke manca negara yaitu kuah beulangong yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Kegiatan kunjungan DPRD dari Kabupaten Langkat  tersebut diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak.[]

Related posts