Ini 9 Rekomendasi Meudrah Adat MAA Aceh Besar

  • Whatsapp

Aceh Besar – Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Besar merekomendasikan kepada para pengambil kebijakan di Aceh Besar untuk mengganti atau merenovasi kembali tugu masuk kota Jantho, karena dinilai tidak mencerminkan nilai nilai adat dan syariat masyarakat Aceh Besar.

Rekomendasi ini merupakan salah satu dari sembilan rekomendasi MAA Aceh Besar tentang pengintegrasian seni arsitektur dan ragam ornamen khas Aceh yang disepakati dalam kegiatan Meudrah Adat MAA Aceh Besar, jum’at, 19 Februari 2021 di Lambaro, Aceh Besar.

Ketua MAA Aceh Besar, Asnawi Zainun, SH, kepada media ini menjelaskan, MAA dalam kapasitasnya sebagai lembaga pembina kehidupan adat/adat-istiadat, berdasarkan ketentuan Pasal 3 Qanun Aceh Besar Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Besar, berwenang dan bertanggjawab menyampaikan saran dan pendapat kepada Pemerintahan Kabupaten Aceh Besar dalam kaitannya dengan penyelenggaraan kehidupan Adat/adat istiadat, baik diminta maupun tidak diminta.

Kemudian dalam menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan Pasal 5 angka 7, Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Besar dapat menyusun risalah-risalah adat untuk menjadi pedoman tentang adat dan adat istiadat Aceh.

Berpijak pada mandat mulia ini, maka Pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Besar, memandang penting untuk menyampaikan risalah adat tentang pengintegrasian seni arsitektur dan ornamen khas Aceh pada bangunan publik di Kabupaten Aceh Besar sebagai rekomendasi kepada pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan lainnya di kabupaten Aceh Besar, yaitu sebagai berikut:
1. Setiap bangunan publik yang dibangun di Kabupaten Aceh Besar, baik gedung kantor pemerintah, bangunan sekolah, tugu, pintu gerbang, pos jaga, dan bangunan publik lainnya sangat disarankan untuk mengintegrasikan gaya arsitektur dan ornamen khas Aceh, mengakomodasi nilai-nilai luhur budaya dan prinsip-prinsip arsitektur tradisional Aceh Besar;

2. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan/atau Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Besar diharapkan segera melahirkan regulasi yang mengatur tentang pedoman pengintegrasian gaya arsitektur dan ornamen khas Aceh pada semua bangunan publik di kabupaten Aceh Besar;

3. Pemerintah Aceh Besar sesegera mungkin membuat pedoman standart model arsitektur bangunan publik yang mengintegrasikan gaya arsitektur dan ornamen khas Aceh;

4. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar diharapkan segera memprogramkan pembangunan kembali tugu masuk Kota Jantho dengan bangunan yang bercirikan gaya arisitektur dan ornamen khas Aceh yang dijiwai oleh nilai-nilai keacehan dan keislaman;

5. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar diharapkan segera memprogramkan pembangunan kembali tugu bundaran Lambaro dengan bangunan yang bercirikan gaya arisitektur dan ornamen khas Aceh yang dijiwai oleh nilai-nilai keacehan dan keislaman;

6. Gampong-gampong yang telah merencanakan atau akan merencanakan program pembangunan gerbang gampong agar berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menintergrasikan gaya arisitektur dan ornamen khas Aceh Besar yang dijiwai nilai-nilai keacehan dan keislaman;

7. Bangunan-bangunan publik yang telah dibangun tanpa mengintergrasikan identitas gaya arsitektur dan ornamen khas Aceh Besar sedapat mungkin dimodifikasi kembali dengan mengintegrasikan gaya arsitektur dan ornamen khas Aceh;

8. Instansi pendidikan disemua levelnya diharapkan dapat memasukkan pengetahuan dan ketrampilan tentang tata desain arsitektur dan ornamen khas Aceh dalam kurikulum muatan lokal;

9. Para arsitek, desainer gedung/bangunan, ahli gambar diharapkan berperan aktif dalam mengembangkan arsitektur yang bercirikan gaya arsitektur dan ornamen khas Aceh di Kabupaten Aceh Besar.

Menurut Ketua MAA Aceh Besar, Risalah Adat atau rekomendasi ini akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, DPRK Aceh Besar, Pemerintah Gampong dan semua pemangku kepentingan lainnya. []

  • Whatsapp

Related posts