Kakankemenag Aceh Besar Motivasi Warga Rutan Kajhu

  • Whatsapp

Aceh Besar – Program penyuluhan keagamaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kota Banda Aceh sebagai percontohan di Provinsi Aceh dalam hal mengadakan pengajian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Kabupaten/kota lain melakukan studi banding ke Rutan Kajhu”, tegas Kepala Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Tgk Abrar Zym SAg MH dalam arahan dan bimbingannya saat meresmikan program Pengajian Periode III dan Kelas Khusus Tahfiz bagi WBP Rutan Kelas II B Kota Banda Aceh, Senin (15/2/2021), di Kajhu, Aceh Besar.

Abrar Zym memberikan semangat dan motivasi bagi warga binaan agar tetap memanfaatkan waktu untuk belajar agama, khsusunya yang mengikuti kelas tahfiz, sebab setiap orang yang hafal Al-Quran akan menjadi keluarga Allah. Ia mengingatkan bahwa setiap kehendak Allah adalah ketentuan paling baik bagi manusia, maka sepatutnya diterima dengan ikhlas.

“Satu prinsip yang harus dimiliki bahwa apa yang baik bagi Allah adalah baik bagi kita, maka carilah apa yang baik menurut Allah dan baik bagi kita,” tegas Abrar Zym di hadapan ratusan warga binaan, Penyuluh Fungsional, dan Penyuluh Agama Islam Non PNS.

Selain itu, Tgk Abrar Zym mengingatkan warga binaan agar menjadi anak yang baik bagi orang tua. Mereka telah susah payah mendidik kita dengan pengorbanan besar.

“Hargai ayah dan ibu yang telah melahirkan kita,” pintanya.

Pada akhir sambutan, Abrar Zym mengucapkan terima kasih pada pihak Rutan yang telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar.

Sedangkan Kepala Rutan Kelas II B Banda Aceh, Irhamuddin AMdIP SH MH berharap seluruh warga binaan semangat mengikuti program penyuluhan keagamaan ini supaya target yang telah dicanangkan dapat terealisasi.

“Ada target-target yang harus dicapai tahun ini”, jelas Irhamuddin.

Pada tahun ketiga ini dibentuk program baru berupa kelas khusus tahfiz yang akan diikuti oleh 15 peserta dari warga binaan, namun ada penambahan peserta setelah seleksi nantinya. Sedangkan tahun sebelumnya pembinaan diprioritas pada kemampuan baca Al-Quran.

Irhamuddin berterima kasih pada keluarga besar Kemenag Kabupaten Aceh Besar, yang sudah tiga tahun bersama kami dalam upaya pembinaan WBP.

Koordinator Pengajian di Rutan Kelas II B Banda Aceh, Tgk Tarmizi M Daud SAg MAg memotivasi warga binaan bahwa keberadaan mereka di Rutan sebagai cara Allah untuk menjaga mereka dari dosa. Ia meminta WBP agar tidak patah semangat, hidup ini memang penuh tantangan dan banyak nafsu, maka manusia harus mampu menyikapinya. Kalau di Rutan tidak mengadu pada Allah, tentu ketika habis masa tahanan sudah sibuk dengan keluarga dan kepentingan lain.

“Jika merasa berdosa, mohon ampun pada Allah,” pungkas Tgk Tarmizi M Daud yang juga Penyuluh Fungsional Aceh Besar.

Ia meminta WBP memaklumi jika ada pengajar yang tidak sama karakternya, terutama ustazah yang kadang berbeda dengan karakter laki-laki.

  • Whatsapp

Related posts