Sang  Pelopor yang Tak Tersohor

  • Whatsapp

Adalah sebuah Dayah yang  sudah rapuh dimakan usia yang pernah jaya di era tujuh puluhan yang letaknya di Gampong Ilie Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh.

Namanya Dayah Raudatul Jannah adalah
sebuah nama yang diberikan oleh pendirinya 44 tahun yang lalu Dayah tertua di Gampong Ilie Kecamatan.Ulee kareng Kota Banda Aceh yanb berdiri sejak tahun 1976.

Bacaan Lainnya

Didirikan oleh seorang pendidik alm Tgk Syamsuddin Hasyim ( Pak Cik ), beliau adalah guru yang sekaligus sebagai kepala pada sebuah Sekolah Dasar di Desa Lam reung Kabupaten Aceh Besar.

Saat itu beliau mendirikan balai kayu yg sangat sederhana di tanah milik beliau sendiri, dengan hanya memakai lampu teplok beliau mengajari pendidikan agama kpd anakanak Gampong Ilie dan Gampong sekitarnya.

Penulis sendiri adalah salah satu murid diantara puluhan murid pada Angkatan tahun pertama. Semua orang ( cik tupik tuha muda ) memanggilnya Pak Cik.

Sosok Syamsuddin Hasyeim ( pak ciek) yang lahir di Gampong Ilie Ulee Kareng Banda Aceh sekitar Tahun 1942. Beliau mempupunyai seorang isteri yang dikaruniai 2 putra dan 4 puteri.

Pengajian Al-Quran ( Beut Aleh Ba ) tadarus, Beut kitab ( kitab Akhlak, Masailal Muhtadin sampai kitab kuning ) juga belajar ilmu tajwid dan tasawuf beliau ajarkan sesuai tingkatannya.

Cerita- cerita sejarah tokoh-tokoh Islam, sahabat Nabi dan kisah para Nabi beliau ceritakan di malam- malam tetentu. Ketika kita mendengarkan cerita yang beliau kisahkan seakan kita terbawa dalam cerita tersebut.

Begitu hidup dan harunya kisah- kisah yang beliau sampaikan kepada santriwan dan santriwati. Kepiawaian pak cik dalam bercerita tentang kisah- kisah kenabian menjadi daya Tarik tersendiri bagi murid-muridnya sehingga banyak orang tua ingin mengantarkan anaknya ke balai beut Pak Cik.

Alhamdulillah sampai saat ini sudah banyak menghasilkan alumni dan generasi yg sukses dan berpotensi. Alumni dari generasi tersebut tidak hanya menjadi tengku-tengku atau usatad, banyak juga dari mereka berkiprah masuk ke dunia politik, militer, pegawai negeri dan pengusaha atau pekerjaan lainnya.

Mayoritas orang tua masyarakat Gampong Ilie saat itu membekali anak- anaknya tentang ilmu agama ketempat tersebut, ada yang berusia SD, SMP, bahkan yang duduk dibangku SMA sekalipun masih mengaji di tempat Pak Cik.

Pengajian di tempat tersebut di jadwalkan pada malam hari, mulai dari Magrib sampai pukul shalat Isya atau pukul 09.00 malam. Jarak dari tempat pengajian ke rumah anak-anak tidaklah jauh untuk warga Gampong Ilie sehingga mereka lebih memilih jalan kaki apalagi saat itu memang masih sedikit yang memiliki kereta atau kendaraan.

Dayah Pak Cik tersebut banyak menggelar acara-acara atau perlombaan terutama pada hari-hari besar Islam. Misalnya memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, dan pada acara memperingati Isra’ Mi’raj biasanya pihak Dayah mengadakan perlombaan seminggu penuh dalam berbagai kegiatan memperingati hari hari besar islam.

Hari senin sekitar pukul 10 pagi tepatnya tanggal 26 Desember 2005 beliau dipanggil kembali menghadap Ilahi Raabbi. Tak ada tanda- tanda beliau akan meninggalkan dunia ini. Saat itu beliau masih melakukan aktivitas seperti biasanya.

Banyak orang seakan tak percaya beliau telah tiada. Tapi itulah janji Allah tidak akan memperlambat ataupun mempercepat jika saat maut menjemput.

Setelah beliau meninggal dunia, balai beut di dilanjutkan oleh anaknya untuk meneruskannya sebagai wasiat ayahanda agar kegiatan pengajian di Dayah Raudhatul Jannah tetap berjalan.

TOKO CCTV
Melayani Penjualan & Pemasangan CCTV / Security System Wilayah Aceh
+62812 6461 7339

Jasa Pembuatan Website SEO Personal / Instansi / Kantor / Sekolah
+6252 1150 5391

Pos terkait