Temui DPRK, GTK K2 Aceh Besar Serahkan Rekomendasi

  • Whatsapp

ACEH BESAR–Sebanyak 90 guru K2 yang terhimpun dalam Persatuan Guru dan Tenaga Adminitrasi Kategori II (K2) bertemu DPRK Aceh Besar dan menyerahkan Rekomendasi sebagai tuntutan akan perhatian pemerintah kepada guru dan tenaga adminitrasi K2 yang telah lama mengabdi pada satuan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Rosmiati salah seorang tenaga  adminitrasi SMPN 1 Peukan Bada Aceh Besar dalam ruang konsultasi DPRK Aceh Besar, Jantho, Senin (29/06/2020) pagi.

Ada empat point yang menjadi rekomendasi, guru dan tenaga adminitrasi K2 telah mengabdi sejak tahun 2005 namun belum diangkat menjadi CPNS. “Kami meminta kepada Bupati Aceh Besar melalui DPRK Aceh Besar untuk mengusulkan kuota K2 kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) untuk pngangkatan CPNS 2021”, baca Rosmiati per poin rekomendasi.

Guru dan tenaga adminitrasi honorer kategori II tahun 2005 meminta kepada Bupati Aceh Besar melalui DPRK Aceh Besar untuk memperjuangkan nasib kami menjadi CPNS tanpa Tes. “Mengingat umur kami rata-rata di atas 35 tahun”, lanjutnya.

Rosmiati selaku ketua rombongan penuh harap kepada Dewan Perwakilan Rakyat benar-benar memperjuangkan nasib kami guru dan tenaga adminitrasi honorer. “Agar kami diberikan kesempatan menjadi CPNS”, tambahnya.

Diketahui, guru dan tenaga adminitrasi kategori II (K2) di Aceh Besar mencapai 210 orang, diantaranya tenaga guru berjumlah 156 dan tenaga  adminitrasi berjumlah 54 orang dan itu meliputi jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah sesuai surat Bupati Aceh Besar kepada Menpan RB tahun 2014 Nomor : Peg. 800/191 Tentang daftar nama-nama tenaga honorer kategori-II yang belum lulus untuk diangkat menjadi CPNS.

Senada dengan itu, Khairullah, S.Pd tenaga teknis adminitrasi SMPN 2 Lamteuba telah mengabdi sejak tahun 2005-2020 (16 Tahun) mengharapkan perhatian Legislatif. “Kami memohon disampaikan kepada Pemerintah dan ditindak lanjuti  hingga ke Pemerintah Pusat”, harapnya.

Sementara itu Yuhelmi Anggota DPRK Aceh Besar mengapresiasi kepada persatuan guru dan tenaga adminitrasi kategori II (K2) yang telah mewadahi guru K2. “Wadah ini harus diperjuangkan, DPRK akan sampaikan ini kepada pemkab Aceh Besar”, kata Helmi.

“Semoga berjalan dengan lancar, mengingat pengangkatan CPNS bukan lagi hak daerah secara muthlak namun untuk mengusulkan kouta CPNS tahun 2021 ada harapan, kita usahakan,” ungkpnya.

Turut hadir Eka Riskina Wakil Komisi V, Nabhani (Pakben) Ketua Komisi I, Mahdi Basyah, ST., M.Si ketua Komisi IV, Plt. Sekretariat DPRK Aceh Besar Fata Muhammad, S. Pd.I., MM dan Sekdis Pendidikan dan Kebudayaan Fahru Razi, SE beserta stafnya.[]

Related posts