TP-PKK Gampong Tanjung Selamat Gelar Pelatihan Menghias Kain Peuneuwoe Linto Baro

  • Whatsapp

ACEH BESAR – Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Gampong Tanjung Selamat Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh melakukan pelatihan Menghias Kain Peuneuwoe Linto Baro bagi ibu-ibu kader di gedung Serbaguna gampong setempat, Rabu (11/11/2020).

Dalam adat atau tradisi walimah (pesta perkawinan) di Gampong Tanjung Selamat intat Linto Baro (antar pengantin pria) ke rumah mempelai wanita (dara Baro) merupakan salah satu prosesi sangat penting yang harus dilakukan.

Ketika resepsi pernikahan dilaksanakan biasanya rombongan pengantin pria membawa “Peuneuwoe” (isi talam) untuk mempelai wanita atau keluarga “Dara Baro”. Nah ketika itulah keterampilan menghias barang bawaan diperlukan agar barang terlihat lebih cantik dan menarik.

Ketua TP PKK Gampong Tanjung Selamat Yusnidar Wahab, S.Pd, M.Pd saat membuka pelatihan mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta agar lebih mahir dalam menghias barang “Peuneuwoe” pengantin, yang sekarang ini semakin minim dikalangan generasi muda.

“Mengingat minimnya ilmu dalam hal menghias ‘Peuneuwo Linto Baro’ pada zaman sekarang ini, terutama ketika seorang rekan saya meminta tolong untuk mencari kelompok PKK yang bisa membuat Peuneuwo di desanya untuk acara pernikahan sehingga hal tersebut menggugah saya untuk mengadakan pelatihan ini khususnya di Gampong Tanjung Selamat agar mahir dan terampil dan dapat menjadi garda terdepan dalam setiap pesta pernikahan tidak hanya di Gampong Tanjung Selamat namun juga di Kecamatan Darussalam dan sekitarnya”, ujar Yusnidar.

Pelatihan ini diikuti oleh ibu-ibu perangkat desa yang tergabung dalam TP PKK, Kader Posyandu, Kader Posbindu, Jumantik, dan Kader BKB (Bina Kesehatan Balita).

Kegiatan positif yang dicanangkan oleh TP PKK Tanjung Selamat menghadirkan Safiya Fonna sebagai pelatih/instruktur profesional dan berpengalaman yang juga pengusaha bidang jasa dekorasi pelaminan di Aceh Besar.

Pada kesempatan tersebut Safiya Fonna mempraktikkan beberapa tahapan dalam membuat Peuneuwo Linto Baro kepada peserta pelatihan.

Langkah pertama mengkreasikan hiasan dari kain batik menjadi bentuk seekor hewan, kedua menghias kain renda menjadi bentuk bunga dan tahapan terakhir menghias pakaian dalam menjadi bentuk boneka dan barang lainnya dibentuk ke macam kreasi yang menarik.

“Dengan pelatihan ini diharapkan para peserta semakin meningkat keterampilan dan dapat bermanfaat kedepannya,” tutup Yusnidar. (*)

Editor: Abi Andesa

Related posts