Elliza, Fasilitator Pendidikan Guru Penggerak dari Aceh

  • Whatsapp

Feature – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian pada tahun 2020 merekrut fasilitator Pendidikan Guru Penggerak (PGP) di seluruh Indonesia.

Kemendikbud mempersiapkan peluncuran program Guru Penggerak dengan membuka kesempatan bagi widyaiswara, guru, kepala sekolah dan praktisi pendidikan untuk menjadi fasilitator dan pendamping calon Guru Penggerak.

Bacaan Lainnya

Hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dari tahun ke tahun menunjukkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan peringkat hasil PISA rendah di dunia. Melihat kondisi tersebut, Kemendikbud melakukan fokus pada peningkatan hasil belajar murid dan tidak terlepas dari upaya peningkatan kompetensi guru, salah satunya melalui program Guru Penggerak.

Program Guru Penggerak dirancang dengan menitikberatkan pada kualitas pelatihan dan pendampingan. Tujuannya agar peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar murid. Tahun 2020, Kemendikbud merekrut 280 fasilitator dan 560 pendamping. Peran fasilitator dan pendamping akan menjadi kunci dalam memastikan dampak baik dan keberlangsungan program Guru Penggerak.

Kemendikbud mengajak para widyaiswara untuk mendaftarkan diri sebagai fasilitator. Fasilitator berperan dalam memandu proses pelatihan daring, mengumpulkan tugas-tugas peserta, memberi umpan balik dan motivasi serta memfasilitasi refleksi belajar selama proses pelatihan calon Guru Penggerak. Partisipasi guru, kepala sekolah dan praktisi pendidikan yang memiliki pengalaman dan mempraktikan merdeka belajar juga didorong untuk mengikuti seleksi sebagai pendamping. Para partisipan tersebut akan berperan sebagai pelatih dan mentor bagi para calon Guru Penggerak.

Para pendamping diharapkan dapat menjadi rekan diskusi untuk membantu calon Guru Penggerak dalam mengimplementasikan merdeka belajar di sekolah. Mereka akan memfasilitasi lokakarya bulanan, mencatat perkembangan, dan memberi umpan balik yang konstruktif. (Sumber Direktorat GTK Kemendikbud).

Elliza, S.Pd, M.Pd salah seorang fasilitator Guru Penggerak dari Propinsi Aceh merupakan Pengawas Sekolah Dasar (SD) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Besar lulus melalui seleksi yang sangat ketat dilaksanakan oleh Kemendikbud.

Elliza mejelaskan, pada tahap I (pertama) jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 785 orang, namun yang lulus pada tahap II (kedua) tersisa 302 orang dan pada tahap kedua menyisakan 149 orang untuk mengikuti seleksi tahap III (ketiga).

“Pada tahapan ketiga ini merupakan penentuan peserta yang lulus seleksi. Dari 149 orang peserta yang tersisa pada tahap kedua, 147 orang dinyatakan lulus dan Alhamdulillah dua orang peserta dari Aceh masing-masing atas nama saya sendiri dan Erlinawati, S.Pd, M.Pd dari Widyaiswara LPMP Aceh,” kata Elliza.

Juara Pengawas SD yang meraih hadiah umrah dari Pemerintah Aceh tahun 2018 ini menuturkan, lulusnya ia sebagai fasilator Guru Penggerak didedikasikannya untuk Propinsi Aceh dan khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar tempat ia mengabdi.

Ibu dari tiga orang anak ini setelah dinyatakan lulus oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai fasilitator Guru Penggerak sudah pasti memiliki tugas yang harus diembannya, salah satu tugas utamanya adalah untuk mendampingi Calon Guru Penggerak (CGP) di daerah yang harus menyelesaikan sepuluh modul melalui daring.

“Sebagai fasilitator Guru Penggerak yang telah ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, dedikasi, keikhlasan dan harus siap kapanpun dan dimanapun ditugaskan untuk memfasilitasi calon guru penggerak,” ucap Alumni D2 PGSD FKIP Unsyiah ini.

Elliza berharap dukungan dari keluarga, Pemerintah Aceh, Dinas Pendidikan Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar serta para kerabat dan sahabat untuk senantiasa memberikan motivasi dalam mengemban tugas mulia ini, pungkasnya.

Penulis : Baihaki

Pos terkait