Konflik dan Covid, Muprang Pura Pura, Mate Keu Bit Bit

  • Whatsapp

Oleh M. Sanusi Madli

OPINI—-Konflik dan Covid — Sejak tahun 2005, Aceh telah mengakhiri perang atau konflik dengan Pemerintah Republik Indonesia, ditandai dengan tanda tangan nota kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ditandatangani di Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Read More



Namun ada yang menarik tentang sebuah isu yang dikembangkan, baik dimasa konflik maupun setelah damai, paska damai kabar ini terdengar lebih kencang disudut sudut warung kopi, tidak tau pasti dari mana dan siapa yang menyebarkan isu ini, yang pasti isu tersebut sering terdengar paska damai, Muprang pura pura, mate keu bit bit (Perang main main, tapi mati beneran).

Terlepas dari benar atau tidak isu tersebut, perang yang direkayasa untuk sebuah kepentingan besar, yang pasti konflik atau perang antara dua tentara telah menghilangkan banyak nyawa, itu fakta, peluru terbang kadang kadang tidak bisa ditebak atau diprediksi, tembak tembakan bisa saja terjadi kapan saja, tanpa mengenal waktu.

Bagaimana dengan covid?

Corona Virus Disease (Covid-19) yang ditemukan pada tahun 2019, di wuhan, China. Virus yang menginfeksi paru-paru ini juga diisukan sebagaimana konflik, seperti covid-19 hanyalah rekayasa Negara adi daya untuk kepentingan bisnis, ada juga isu yang dikembangkan covid-19 ini adalah perang dingin antara Amerika dan China, ada juga yang menyebarkan isu bahwa covid ini bagian dari konspirasi yahudi, meskipun di Negara yahudi sendiri korban berjatuhan, demikian juga di Amerika.

Yang lebih parah dan mengejutkan lagi, ada isu yang berkembang, bahwa covid ini adalah rekayasa pemerintah untuk kepentingan pencairan anggaran, serta ada juga isu yang mengatakan, covid ini adalah bagian dari proyek pembodohan, pesantren atau dayah ditutup, sekolah diliburkan sementara mall dan tempat keramaian lainnya di buka.

Namun terlepas dari isu itu benar atau tidak, ada hal penting yang harus diketahui yaitu korban yang mati akibat terinfeksi covid-19 adalah sebuah fakta yang tidak bisa dipungkiri, virus dapat tersebar juga bagian dari fakta, oleh karena itu, patut kira nya untuk kita terus waspada, sama halnya dengan konflik, meskipun ada yang mengatakan itu rekayasa, tapi yang mati akibat peluru adalah sebuah fakta.

Mudah mudahan dengan sikap waspada dan kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan dapat menekan angka kematian akibat virus corona.

Wallahualam…

Related posts