Bantuan Untuk Disabilitas dan Fakir Miskin Disalurkan

  • Whatsapp

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman kembali menyerahkan bantuan sosial kepada 1.000 fakir miskin dan 160 penyandang distabilitas yang ada di Kota Banda Aceh, Senin (10 Mei 2021).

Penyerahan dilakukan secara simbolis di Aula Kantor Dinas Sosial Kota Banda Aceh, turut dihadiri Kepala Dinsos Kota M. Hidayat, Kabid Rehabilitasi Dinsos T M Syukri dan para undangan lainnya.
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dalam sambutannya menyampaikan Pemko Banda Aceh melalui Dinas Sosial Kota menyalurkan bantuan untuk warga yang membutuhkan.

Read More

Di kesempatan itu pun Aminullah menyampaikan terimakasih kepada pihak Dinas Sosial Aceh yang telah membuat acara tersebut.
“Kita mengucapkan terimakasih kepada Dinsos Kota dan kita harapkan bantuan ini dapat meringankan beban warga Kota Banda Aceh. Semoga dapat membantu dalam menghadapi puasa dan penyambutan hari lebaran,” katanya.

Lebih lanjut Aminullah mengajak seluruh warga Banda Aceh untuk terus berdoa dan berikhtiar agar dapat terlepas dari Covid 19 yang sedang melanda seluruh dunia hingga saat ini. “Mohon doanya agar kita lepas dari Covid 19, sehingga Pemko dapat eksis kembali,” harapnya.

Selain itu Wali Kota juga mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang selama ini sudah diberikan berbagai bantuan untuk warga Kota Banda Aceh.

Sebelumnya Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh M Hidayat dalam sambutannya mengatakan pihaknya membuat tiga kegiatan yaitu; pertama memberikan 1.000 sembako untuk fakir miskin, kedua bantuan uang tunai kepada 160 penyandang distabilitas, serta yang ke tiga pemberian paket kain sarung kepada 299 fakir miskin dan distabilitas.

“Penerima bantuan merupakan fakir miskin di seluruh gampong di Kota Banda Aceh, satu gampong terdiri dari 15 orang. Ini sesuai dengan arahan walikota agar semua gampong dapat, walau pun tidak sepenuhnya namun kita harapkan kedepan akan lebih banyak yang mendapatkan,” katanya.

Lebih lanjut M Hidayat mengatakan penerima bantuan merupakan fakir miskin yang sumber datanya di ambil dari data Badan Pusat Statistik (BPS). “Dan kita juga meminta data dari pak Keuchik bahwa penerima bantuan tersebut merupakan warga fakir miskin di Kota Banda Aceh,” jelasnya.

Related posts