Dalam Harta Kita Ada Hak Fakir, Miskin dan Anak Yatim

  • Whatsapp
  • Oleh : Jufri aswad, S. Ag, Guru PAI SMA Inshafuddin Banda Aceh, Warga gampong Ilie Ulee kareng Banda Aceh

Islam adalah agama yang diridhai oleh Allah swt, hudan linnas, pedoman hidup seluruh manusia, universal, meliputi seluruh aspek kehidupan, sesuai atau up to date untuk segala zaman dan tempat, mengajak kepada kesempurnaan hidup lahir-batin, dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Umat Islam, wajib mengamalkan ajaran Islam dalam tingkah laku konkrit, nyata, yakni amalan shalih, dalam berbagai sektor kehidupan.

Dalam siklus sosial, interaksi dengan orang lain tidak bisa dipisahkan. Apakah golongan hartawan, orang-orang yang melarat atau fakir-miskin, pejabat, rakyat biasa, dan cendekiawan atau ilmuwan. Hubungan sosial ini dalam pandangan Islam adalah sebagai pererat hubungan persaudaraan (ukhuwah islamiyah).

Bacaan Lainnya

Satu sama lain saling memperhatikan dan saling membantu dalam mengatasi segala permasalahan hidup. Yang perlu diingat adalah dalam harta kita ada hak-hak Allah dan juga ada hak orang-orang yang lemah (fakir-miskin).

Sembari menjalankan ibadah puasa, beberapa instropeksi (Muhasabah) yang sepatutnya kita tafakkur adalah, sejauh mana amal ibadah yang kita lakukan, hubungan silaturrahmi yang pernah terjalin, orang-orang dhu’afa (lemah) yang pernah terbantu hidupnya oleh uluran tangan kita, anak-anak yatim yang pernah merasakan sentuhan tangan kita, dan orang tua yang telah melahirkan kita yang selalu kita jaga rasa takdhim dan berbuat baik dengan ayah dan ibu kita.

Rasulullah saw, bersabda,”Ada seseorang datang kepada Nabi saw., lalu bertanya : “Wahai Rasulullah, manakah shadaqah yang paling utama?”. Beliau menjawab : “Bershadaqah sewaktu kamu sehat, mempunyai perasaan sayang, takut miskin dan mengharap kaya. Dan janganlah kamu menunda (shadaqah) hingga apabila roh telah sampai ditenggorokan, lalu kamu berkata: “Untuk Fulan sekian, dan untuk Fulan sekian, padahal harta itu sudah menjadi milik Fulan (ahli Waris)”. (HR. Bukhari)

Disekeliling kita banyak orang-orang berilmu, orang yang berlimpah harta, ahli beribadah, mempunyai jabatan dalam masyarakat. Akan tetapi masih kurang kepedulian terhadap fakir-miskin dan anak-anak yatim. Padahal kunci syurga ada pada mereka yang selalu berbuat baik kepada kaum kerabat, fakir-miskin dan anak-anak yatim.

TOKO CCTV
Melayani Penjualan & Pemasangan CCTV / Security System Wilayah Aceh
+62812 6461 7339

Jasa Pembuatan Website SEO Personal / Instansi / Kantor / Sekolah
+6252 1150 5391

Pos terkait