Duo Al Zahrah Gelar Workshop Merdeka Belajar

  • Whatsapp

Bireuen — Kolaborasi guru dari dua madrasah, MTs swasta Al Zahrah dan MA swasta Al Zahrah, Juli-Bireuen, menggelalar workshop peningkatan mutu guru dalam mengelola pembelajaran dengan pendekatan merdeka belajar.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kankemenag Bireuen, Drs H Zulkifli Idris MPd, yang diwakili kasi pendidikan madrasah (penmad), Azhary MPd, Sabtu (19/2020) siang di komplek pesantren Al Zahrah.

Read More



Azhary di awal sambutannya mengapresiasi langkah maju dua kepala madrasah dalam upaya peningkatan keprofesian para guru kedua madrasah tersebut.

Seorang guru yang profesional, katanya harus memiliki kualifikasi pendidikan minimal S-1 atau D-4, memiliki kompetensi sebagai learning agen yaitu, kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

Kesuksesan suatu proses pembelajaran di ruang-ruang kelas dan hasilnya sangat dipengaruhi oleh penguasaan kompetensi tersebut, sebutnya.

Masih menurut Azhary, upaya meningkatkan mutu dan kompetensi guru sangat penting, salah satunya adalah melalui kegiatan workshop, seminar, pendidikan dan latihan, dan forum-forum ilmiah lainnya.

Adapun konsep merdeka belajar, menurut Azhary merupakan upaya penciptaan suasana belajar yang menyenangkan, bahagia tanpa dibebani dengan pencapaian skor atau nilai tertentu. Namun tujuan pembelajaran harus tetap dicapai, katanya

“Melalui kegiatan ini, bapak-ibu nantinya bisa menggali model-model, strategi dan pendekatan serta media pembelajaran berbasis IT secara lebih dalam, apalagi di masa pandemik covid-19” harap Azhary.

Selanjutnya yang lebih penting lagi adalah rencana tindak lanjut setelah workshop ini, di mana pengetahuan dan pengalaman yang di dapat peserta dapat diimplentasikan dalam proses pembelajaran di ruang-ruang kelas maupun secara daring, pesannya.

Kepala MA Swasta Al Zahrah, Drs Murdani dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini sebenarnya sudah lama direncanakan. Namun karena covid-19 dan beberapa alasan lainnya, kegiatan ini sempat tertunda beberapa kali.

Melalui kegiatan ini Ia berharap para guru dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalamannya, menyatukan persepsi dalam mengajar dan mengelola pembelajaran meskipun bidang yang diajarkan berbeda-beda.

Sementara itu ketua panitia, Ustaz Ikhwan Ramadhana MAg dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Sabtu-Senin, 19 – 21 September 2020, diikuti 75 guru MTs dan MA Al Zahrah.

Adapun narasumber yang dihadirkan sebut Ikhwan, adalah Abdullah Ali SAg MPd, ketua Kelompok Kerja Madrasah (K2M) MA Kabupaten Bireuen, yang juga kepala MAN 5 Bireuen.[Farizal]

Related posts