Generasi Milenials yang Krisis Moral

  • Whatsapp

Oleh : Luthfiatul Kamila*
SANTERDAILY.COM | BANDA ACEH—OPINI—“Pewaris negeri adalah gambaran para kawula muda sebagai pewaris tahta keberlangsungan kehidupan anak bangsa di masa depan.”

Di Indonesia generasi muda didominasi oleh kaum remaja. Di mana masa remaja menunjukkan eksistensinya yaitu masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa. Pada masa ini terjadi proses pematangan baik itu pematangan secara fisik, maupun psikologis.

Bacaan Lainnya

Bagaimana cara remaja tersebut berperilaku ditentukan oleh berbagai hal yang dipengaruhi oleh budaya, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan genetika terhadap lingkungannya.

Perilaku ini merupakan upaya menunjukkan sikap sebagai wujud dari hasil persepsi, dan apabila persepsi tersebut salah, bisa menimbulkan perilaku dan sikap yang salah juga, begitupun sebaliknya.

Dalam buku pengantar psikologi umum dijelaskan bahwa sikap yang ada pada seseorang memberikan warna atau corak pada perilaku orang yang bersangkutan. Hal inilah yang menggambarkan bagaimana moral seseorang dalam berperilaku dan bersikap. Apabila berbicara mengenai moral, di Indonesia dari tahun ketahun terus mengalami degradasi atau penurunan kualitas dalam segala aspek moral, mulai dari cara bersikap, tutur kata, cara berpakaian, sikap menghargai, dan lain-lain.

Permasalahan moral ini terus menjadi sorotan masyarakat Indonesia yang telah memasuki tahap krisis, dimana tidak hanya menghadapi krisis ekonomi, krisis hukum, dan krisis politik, namun juga yang paling riskan terjadi saat ini adalah ”krisis moral”, terutama pada kalangan remaja.

Indonesia yang notabene sebagai bangsa yang sopan santun dan ramah dengan bangsa luar, nyatanya sedang mengalami degradasi moral yang cukup memprihatinkan. Seperti halnya kasus yang masih hangat saat ini, maraknya terjadi pelecehan seksual yang pelakunya masih dikategori remaja. Kehidupan remaja pada saat ini sangatlah memprihatinkan mulai dari kasus narkoba, tawuran, free sex, kekerasan remaja serta pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku kekerasan seksual.

Mari berkaca dari pelaku pemerkosaan

Kasus pemerkosaan akhir-akhir ini pelakunya sebagian besar adalah para remaja yang bertindak secara sadar sama-sama sepakat hendak berbuat bejat.

Kesepakatan mereka datang dari pencetus yang diakui pelaku bersama-sama sebagai hal yang mengundang penasaran, rasa ingin merasakan sebuah kenikmatan seksual (yang tidak halal/zina).

Tindakan ingin melakukan pemerkosaan berkelompok tersebut tidak hadir begitu saja. Berawal dari rasa keingintahuan, pelaku biasanya mencari media yang dapat memvisualisasikan ide seksual tersebut melalui tontonan asusila. Akibat dari lepasnya kontrol para pelaku, maka ide yang tervisualisasikan tadi mendorong mereka untuk merealisasikannya.

Sebagai contoh, kasus pemerkosaan siswi SMK berusia 16 tahun yang digilir oleh delapan remaja di Bogor, lalu pembunuhan siswi SMK di Medan oleh teman dekat korban sendiri yang diawali dengan niat pemerkosaan dan yang terbaru terjadi di Gunung Singgalang Padang Panjang dimana korban yang telah kelelahan diperkosa teman sendiri yang berujung kematian.

TOKO CCTV
Melayani Penjualan & Pemasangan CCTV / Security System Wilayah Aceh
+62812 6461 7339

Jasa Pembuatan Website SEO Personal / Instansi / Kantor / Sekolah
+6252 1150 5391

Pos terkait