Hindari Ananiyah

  • Whatsapp

Oleh : Juwita SPd
SANTERDAILY.COM | ACEH BESAR—Ananiyah menurut istilah berarti ‘keakuan’. Ananiyah ini biasa disebut juga dengan egoistis yaitu sikap hidup yang terlalu mementingkan diri sendiri bahkan jika perlu dengan mengorbankan kepentingan orang lain.

Sikap ini adalah sikap yang tercela, cenderung berbuat yang dapat merusak tatanan pergaulan kehidupan bersosial. Dalam dunia pendidikan, guru yang memiliki penyakit mental ini dapat diketahui dari sikap yang selalu mementingkan dan mengutamakan kepentingan dirinya diatas segala-galanya, tanpa mengindahkan peraturan di satuan pendidikan dan kepentingan anak didiknya.

Manusia dilahirkan sebagai individu yang berbeda sifat, mendahulukan diri terhadap orang lain ini kenyataannya memang perlu, jika manusia ingin terus wujud di dunia ini. Hak mendahulukan diri ini pun diakui dan dibenarkan oleh Allah SWT, namun ada tempat dan batasnya.

Guru yang tidak memiliki sifat ananiyah adalah guru yang terus belajar mengupdate ilmu sesuai tuntutan, pantang menyerah atas kesulitan dalam tugasnya, tidak merasa sudah cukup dengan ilmu yang dimilikinya saat ini, karena hakikat mendidik itu disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Guru yang bersifat ananiyah dapat dilihat dari kesehariannya yang malas belajar,malas memberikan bimbingan lebih kepada siswanya, terkadang urusan diluar yang tidak berhubungan dengan pendidikan dia jalani dan tekuni, yang mengakikibatkan terabainya tugas utama guru mengajar dan mendidik siswanya.

Selanjutnya guru yang tidak anniyah adalah guru yang berperilaku baik kepada siswanya. Berperilaku akhakul karimah dalam kehidupan merupakan suatu kewajiban, dengan akhlakul karimah tingkah laku spontan bisa dikontrol, guru sebagai manusia biasa dalam kehidupan sosial, guru tentu harus punya adab berperilaku khusus, alasannya sederhana karena guru adalah teladan dimana setiap tingkah lakunya, gerak geriknya, ucapannya akan jadi contoh yang utama bagi murid-muridnya, guru harus total dalam mendidik siswanya agar proses pembelajan menjadi bermakna, seandainya panutan tersebut egois, maka rusaklah keutuhan sebuah pembelajaran, hancurlah makna dari pendidikan, dan sangat mustahil akan tercipta pendidikan yang berkarakter.

Oleh karena itu guru harus benar-benar menjauhi perilaku ananiyah dalam tindakannya terutama dengan siswa-siswinya.
Tindakan lain yang perlu guru terapkan agar tidak terjadi sifat ananiyah adalah menjadi guru yang dapat mengaplikasikan pikiran positif yaitu sosok guru yang harus menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri, sangat mengenal pribadinya sendiri, sadar akan kemana tujuan hidupnya.

Tidak ada seorang pun yang dapat memberikan intruksi kepada kita untuk mengembangkan kualitas pribadi, kecuali diri kita sendiri. Apakah guru mau mengembangkan kwalitas dirinya atau tidak, terus melangkah maju, ditentukan oleh ketekunan pribadi guru sendiri, kerja keras, pengorbanan yang tulus ikhlas dalam mengisi waktu demi waktu untuk melahirkan karya-karya inovatif, positif yang bermamfaat bagi dirinya maupun untuk sekolah dan anak didiknya.

Semoga kita guru hebat semua terhindar dari sifat ananiyah yang dapat merugikan diri kita sendiri dan generasi penerus bangsa. Amin.

*Guru SDN Indrapuri

Related posts