Kisah Maulid Nabi, Catatan dari Pojok Gampong Lam Ara

  • Whatsapp
  • Oleh: Syarif Meukek*

Banda Aceh selalu menarik untuk dinarasikan. Mulai dari soal kuliner, budaya, sosial, pendidikan, politik, Birokrasi hingga culture Maulid Nabi.

Tradisi Maulid  di Banda Aceh berlangsung selama tiga bulan berturut-turut ada juga riwayat lain mengatakan dua bulan.

Bacaan Lainnya

TOKO CCTV
Melayani Penjualan & Pemasangan CCTV / Security System Wilayah Aceh
+62812 6461 7339

◇  aku pergi

Yang pasti budaya Maulid  itu tetap di laksanakan walaupun dimasa pandemi corona. Warga Kutaraja punya keyakinan memuliakan kelahiran Nabi membawa berkah. Kalau bicara kenduri Maulid, Habeuh beu habeh hansep tuleh, hehe. Begitulah kira-kira.

Minggu, 6 Desember 2020 kami mendapat intruksi pimpinan memenuhi undangan Maulid  di Masjid Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh.

Rombongan Walikota Banda Aceh yang dimotori Bapak Asisten I, Faisal, S.STP dengan setia menjalankan intruksi Walikota Banda Aceh. Ada tradisi Bang Carlos, sapaan akrab Walikota Banda Aceh, setiap undangan Maulid wajib diikuti dengan melibatkan pejabat teknis.

Punggawa Disdik Dayah Banda Aceh selalu setia memenuhi undangan Maulid Nabi. Pesan guru: “muliakan yang dibumi, yang dilangit akan memuliakanmu”.

Penuhi setiap undangan jika kamu sempat, walau sekejab saja, agar orang yang mengundang merasa senang. Kalau bulan Maulid, para punggawa Disdik Dayah pasti berat badan bertambah, ungkap si Bujang.
Lantas, apa urgensinya Maulid Nabi, bagaimana sejarahnya, kenapa mesti diperingati.

Tentu saya mencoba menguraikannya, soal ada yang menolak katanya bid`ah, aye tidak ambil punsing. Karna sejak aye muda- di kampung halaman, kalau tiba Maulid Nabi biasanya super meriah. Bahkan berebut nasi bungkus. Hehe, ini kisah masa-masa kecil dulu.

Sahabat pencinta Rasulullah SAW, Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal. Tanggal tersebut pun ditetapkan sebagai hari Maulid Nabi. Rasulullah sendiri lahir di kota Mekkah saat tahun Gajah dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab.

Namun, sang ayah meninggal dunia sebelum Nabi Muhammad lahir dan ibunya menghembuskan napas terakhir saat Nabi berusia 6 tahun.

Dalam sejarah Islam perayaan Maulid Nabi sudah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Ada tiga teori asal usul perayaan tersebut.
Pertama, Perayaan Maulid diadakan oleh kalangan Dinasti Ubaid (Fathimi) di Mesir yang berhaluan Syiah Ismailiyah (Rafidhah).

Mereka berkuasa di Mesir pada tahun 362-567 hijriyah. Perayaan dilakukan sebagai salah satu perayaan saja. Selain itu, mereka juga mengadakan perayaan hari Asyura, perayaan Maulid Ali, Maulid Hasan, Maulid Husain, Maulid Fatimah, dan lainnya.
Teori kedua, Maulid Nabi berasal dari kalangan ahlus sunnah oleh Gubernur Irbil di wilayah Irak, Sultan Abu Said Muzhaffar Kukabri.

Dikisahkan, saat perayaan Maulid Nabi dilakukan Muzhaffar mengundang para ulama, ahli tasawuf, ahli ilmu, dan seluruh rakyatnya. Ia juga memberikan hidangan, hadiah, hingga sedekah kepada fakir-miskin.
Teori yang terakhir, perayaan Maulid Nabi diadakan pertama kali oleh Sultan Shalahuddin Al Ayyubi atau Muhammad Al Fatih.

Jasa Pembuatan Website SEO Personal / Instansi / Kantor / Sekolah
+6252 1150 5391

Pos terkait