Nilai Pendidikan dalam Pelaksanaan Ibadah Puasa Ramadan

  • Whatsapp
  • Oleh : Ahlul Fikri, S.Pd.I.,M.Pd*

Puasa Ramadhan merupakan ibadah vital di dalam syariat Islam. Oleh karena itu puasa menjadi salah satu rukun Islam yang lima yang harus dikerjakan oleh setiap orang Islam yang mukallaf (yang telah baligh dan berakal) dan yang tidak sedang berhalangan (udzur).

Sebagai agama yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan dan pengajaran, Islam sangat memperhatikan perbaikan dan pembinaan diri dan pribadi pemeluknya. Setiap bentuk syariat ibadah di dalamnya selalu bertujuan mendidik dan memperbaiki diri hambanya. Setiap kewajiban yang telah dibebankan Islam kepada umatnya senantiasa memuat hikmah dan maslahat bagi mereka.

Read More





Begitu pula dalam perintah puasa. Puasa mengandung nilai edukatif yang sangat mendukung terhadap proses pembentukan kesalehan kepribadian.

Hanya saja sebagian mukallaf yang berkewajiban melaksanakannya kurang memahami makna pendidikan dalam pelaksanaan ibadah puasanya, sehingga kerap kali ibadah puasa terabaikan atau bahkan ditinggalkan sama sekali.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam ibadah puasa sebagai kewajiban yang harus dipenuhi sekali dalam setiap tahun, sehingga dapat menjadi motifasi bagi setiap mukallaf untuk menjalankannya dengan keikhlasan yang dalam dan semangat tinggi yang penuh dengan harapan pahala, hikmah, dan keridhaan dari Allah Swt. Dari hasil penelitian tersebut, peneliti menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam dalam ibadah puasa meliputi dua bentuk nilai pendidikan, yaitu pendidikan jasmani dan pendidikan rohani. Adapun bentuk nilai-nilai pendidikan jasmani yang terkandung dalam ibadah puasa adalah:.

Pendidikan kesehatan,Pendidikan mengenal nilai kenikmatan, dan Pendidikan kebersamaan dan persatuan. Sedangkan bentuk nilai-nilai pendidikan rohani yang terkandung dalam ibadah puasa ialah Pendidikan keimanan,Pendidikan social,Pendidikan budi pekerti dan Pendidikan kesabaran

Tak terasa, kita sudah memasuki hari ke 4 dalam melaksanakan puasa Ramadhan. Rasa Senang,bahagia dan gembira hati kita bertemu kembali di bulan Ramadhan yang begitu banyak amalan- amalan yang dapat kita lakukan untuk mengisi bulan yang penuh berkah dan pengampunan ini.

Allah juga menjanjikan begitu banyak Rahmat dan Karunia yang diberikan pada bulan suci ini. Merasakan gembira dan bahagia saja atas kehadiran bulan ini, maka akan di haramkan api neraka dari diri kita, demikian sabda Rasullullah saw.

Apabila mereka yang mengisi bulan ini dengan Ibadah yang maksimal, yaitu Shiyam pada siang harinya, Qiyamu Ramadhan ( Shalat tarawih) pada malam harinya dan di sempurnakan dengan tadarus dan mengkaji Al-Quran. Maka tak terbayangkan serta tak tergambarkan Karunia dan Rahmat yang akan di limpahkan Allah kepada kita atau hamba-hambanya yang taat kepada- Nya .

Di dalam ibadah Ramadhan, banyak hikmah yang dapat di peroleh oleh kaum muslimin, baik dari ibadah puasa itu sendiri, maupun dari ibadah-ibadah lain yang di lakukan pada bulan suci tersebut. Dan di dalam ibadah puasa Ramadhan, terdapat banyak nilai-nilai pendidikannya. ada 6 nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam ibadah puasa Ramadhan :

1.Puasa ramadhan dapat membentuk sikap sosial yang tinggi.

Maksudnya pada siang hari orang mukmin berpuasa, di malam hari mereka bertarawih, tadarus, dzikir, berdoa. Dan di tengah-tengah itu para dermawan mengisi hidupnya dengan ibadah yang bermanfaat dalam menolong sesama umat manusia. Dan pada bulan ini paling banyak digunakan oleh orang mukmin untuk menolong saudara-saudarnya yang tidak mampu.

Ramadhan datang untuk menghilangkan gap atau jarak antara yang kaya dan yang miskin. Misalnya; banyak yang kita temui saat bulan suci ini, orang-orang yang mampu memberikan sedekah berupa membagikan sembako, makanan untuk berbuka puasa dan membagikan makan sahur pada dini hari atau mengajak untuk berbuka bersama. Selama berpuasa, kita tidak hanya sekedar mengetahui betapa tidak enaknya seseorang ketika lapar ataupun haus.

Tetapi kita juga dapat merasakan bagaimana rasanya menjadi orang yang lapar, haus dan tidak punya apa-apa. Kita akan bisa mengerti dan memahami keadaan lingkungan orang-orang sekitar yang hidup serba kekurangan.

2. Puasa ramadhan dapat mendidik manusia untuk berdisiplin.

Dengan berpuasa, orang beriman dilarang makan, minum dan berhubungan antara suami istri pada siang hari, ialah karena hendak mengambil faedah besar dari larangan itu. Dan yang paling utama adalah latihan mengendalikan diri.

Jika di segala waktu, dilarang memakan makanan yang haram, maka di waktu puasa makan yang halalpun dilarang kalau di makan sebelum waktu berbuka datang. Orang yang beriman akan dapat menahan hawa dan nafsunya dalam rangka mematuhi perintah Allah, meskipun dikala seorang diri, dimana tidak ada orang lain, namun ia tetap berpuasa, karena ia percaya bahwa Allah melihatnya. Dan inilah yang di maksud kedisiplinan yang tinggi.

3. Puasa Mendidik Manusia Untuk Bersifat jujur

Sifat jujur adalah merupakan sifat yang terpuji yang di perintahkan oleh Allah dan Rasulnya. Sifat jujur itu pantas dimiliki oleh setiap individu, karena sifat itu akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan akan membawa kepada Surga Janatun naim, demikianlah sabda Rasulullah saw. Orang yang selalu melatih dirinya untuk jujur, maka akhirnya sifat itu akan menjadi tabiat kebisasannya, dan akan mudah ia melakukannya.

Di antara sekian banyak banyak ibadah dalam islam, yang dapat melatih dan mendidik seseorang untukbersifat jujur adalah ibadah puasa. Karena walaupun ia dalam keadaan sendirian di tempat yang sepi dan tak seorangpun yang melihatnya, ia akan tetap berpuasa dan menahan dirinya dari hal-hal yang membatalkan puasanya.

4. Puasa meningkatkan Iman dan Taqwa
Rasulullah bersabda: ” Siapa yang puasa Ramadhan karena Iman dan benar – benar menharapakan pahala dari Allah / Ihtisab, maka akan di ampuni dosa- dosanya yang telah lalu “. ( HR. Bukhari Muslim ). Dari hadis tersebut di atas, Allah menjanjikan bahwa jika berpuasa karena Allah dengan penuh ihtisab, keyakinan dan keimanan, bukan saja akan diampuni dosa- dosanya, tetapi juga amal ibadah ini akan mempererat pertalian demi terwujudnya kasih dn sayang antara manusia dan khaliknya.

5. Nilai kebersamaan.

Tentu ini bisa kita rasakan saat bersama keluarga, sahabat, dan kerabat. Momen sahur dan buka bersama secara teratur menjadi nilai penting dalam menumbuhkan kebersamaan. Ini adalah momen penting bagi semua orang yang beribadah puasa untuk bisa merajuk kebersamaan diantara keluarga, kerabat dan teman.

Puasa akan mendidk seseorang tidak terpengaruh oleh nafsu hidup yang kerjanya hanya makan, minum.

Puasa juga mendidik (membina) agar kita dapat hidup denga pola sederhana, tidak berlebihan,pola hidup menerima apa adanya, dan mensyukuri yang tersedia.

6. Puasa mendidik sabar betapapun kita merasa haus mencekik tenggorokkan dan lapar melilit perut, ketika waktu magrib belum tiba, kita tidak diperbolehkan bersentuhan dengan makan dan minuman meskipun itu halal melainkan kita harus bersabar menunggu hingga waktu berbuka tiba

Semoga Ibadah Puasa Ramdhan yang kita laksanakan diterima oleh Allah swt dan pada akhirnya kita menjadi manusia yang diberikan kemenangan dan memperoleh derajat muttaqin.

Penulis : Kepala SMA Negeri 2 Lhoknga Kabupaten Aceh Besar/Ketua Umum DPW AGPAII Prov.Aceh/Ketua Umum DPC AKSI Kab.Aceh Besar

Related posts