Punggawa Disdik Dayah Banda Aceh Serap Aspirasi Guru Dayah

  • Whatsapp

Banda Aceh- Punggawa Disdik Dayah Banda Aceh punya tradisi ngebandrex dalam menyerap aspirasi guru dayah di Banda Aceh. Kedai Bandrex D`Chek, Punge menjadi tempat mangkalnya seluruh operator sidara dan guru dayah dalam menyampaikan aspirasinya, “ungkap Muhammad Syarif, SHI,M.H Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Banda Aceh (24/10/2020).

Tradisi ini telah berjalan sejak Tahun 2018 hingga sekarang. Dari pojok inilah muncul ide-ide cemerlang dan kreatif, ungkap Mantan Kepala UPTB e-Kinerja PNS.

Read More





M. Sanusi Madli operator Sidara Dayah Al Athiyah mengucapkan apresiasi yang dalam atas gagasan lahirnya Aplikasi Sidara yang telah berjalan sejak tahun 2018 hingga sekarang dan hasilnya sangat dirasakan atas kemajuan dayah.

Media ini juga menjadi sarana dalam penyampaian infomasi publik ungkap Sanusi yang diamini Munzir, operator Sidara Dayah Nurul Falah Jadidah, Mibo Kecamatan Banda Raya.

Sejalan dengan rencana penilaian akreditasi Dayah oleh Tim Badan Akreditasi Dayah Aceh Tahun 2020/2021, Muhammad Syarif menjelaskan kedepan kemungkinan borang penilaian akan dibagi menjadi tiga klaster yaitu Dayah Salafiyah, Modern dan Dayah Tahfidz dan ini nampak dengan jelas sesuai dengan surat dari Disdik Aceh yang ditujukan kepada Disdik Dayah Kab/Kota pada tanggal 20 Oktober 2020.

Untuk itulah Muhammad Syarif mendorong Dayah Al Athiyah yang saat ini fokus pada Dayah Tahfidz agar menyusun kurikulum dengan melibatkan stakeholder yang kompoten, misalnya melibatkan Lembaga Sertifikasi Tahfidz yang baru saja dibentuk oleh Pemerintah Kota Banda Aceh, sehinga harapan bapak Aminullah Usman, SE,Ak, MM dalam melahirkan santri tahfidz 5 tahun kedepan terwujud.

Apalagi Dayah Al Athiyah di bawah pimpinan Dr. H. Salman Al-Hafidz, MA telah banyak melahirkan santri tahfidz yang kini melanjutkan studi di berbagai universitas ternama di Aceh dan Pulau Jawa. (SM)

Related posts