Rakor Pimpinan Dayah Kota Banda Aceh Lahirkan 12 Rekomendasi

  • Whatsapp

Banda Aceh-Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Dayah yang berlangsung selama dua hari sejak tanggal 25-26 Nopember 2020 di Kyriad Muraya Hotel, ungkap Tgk. Alizar Usman, S.Ag,M.Hum Kadisdik Dayah Kota Banda Aceh.

Kegiatan yang diikuti oleh 35 orang dibuka langsung oleh Drs. H. Zainal Arifin, Wakil Walikota Banda Aceh. Cek Zainal sebutan akrab Wakil Walikota dalam sambutannya berharap agar dalam forum ini membahas isu-isu strategis yang terjadi dilingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh diantaranya perlu upaya penguatan literasi dan merespon terkait trend perilaku menyimpang.

Read More





Waled Muhibban M. Hajat Pimpinan Dayah Mabdaul Ulum Al Aziziyah memberikan apresiasi atas kinerja Disdik Dayah Banda Aceh dibawah kepemimpinan Tgk. Alizar Usman yang lebih dikenal dengan Abah Lam Ateuk atas terobosan yang selama ini dilakukan.

Walau Dinas ini baru dibentuk, tapi sudah ada geliatnya. Mudah-mudahan kedepan semakin fokus dalam menjalankan tupoksinya, hal ini juga diamini Tgk. Umar Rafsanjani, Lc, MA Pimpinan Dayah Mini Aceh, Tgk. Wahyu Mimbar,M.Ag Pimpinan Dayah Darul Fikri Al Waliyah dan Waled Rusli Daud, S.HI,M.Ag.

Lebih lanjut Waled Muhibban berharap Disdik Dayah Banda Aceh dalam merespon Akreditasi Dayah harus arif dan mengakomudir lokal wisdom, Banda Aceh tidak bisa disamakan dengan daerah lain ungkap Pansel rekruitmen Majelis Akreditasi Dayah Aceh yang juga alumni Dayah Mudi Mesra, Samalanga, Bireun.

Dalam Rakor tersebut yang difasilitasi oleh Tgk. Bustamam, SHI,M.H Ketua Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh melahirkan 12 butir rekomendasi antara lain;

1. Mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh untuk melibatkan para ulama dayah dalam melakukan Pembinaan Penguatan Aqidah dan Pencegahan Prilaku Menyimpang di Kota Banda Aceh

2. Mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas terkait melakukan penguatan literasi di dayah serta melakukan pembinaan petugas perpustakaan di lingkungan dayah

3. Mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memfasilitasi Guru Tahfidz pada dayah Salafiyah/Terpadu dalam rangka peningkatan kualitas Baca tulis Al-Qur`an bagi Santri dan ini sejalan dengan cita-cita Pemerintah Kota Banda Aceh melahirkan Santri Tahfidz

4. Mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh dan Instansi terkait untuk mewujudkan Koperasi Pondok Pesantren/Dayah

5. Mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memberikan insentif bagi guru dayah sesuai kemampuan keuangan daerah

6. Mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh untuk menata kembali keberadaan dayah-dayah yang ada di Banda Aceh guna merespon kebijakan Akreditasi Dayah yang dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Dayah Aceh

7. Mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh utuk menjadikan agenda Tahunan Lomba Musabaqah Qiraatil Kutub bagi santri dayah

8. Meminta Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengalokasikan dana untuk beasiswa santri fakir, miskin, yatim dan santri berprestasi.

9. Mendorong Pemko Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan untuk memfasilitasi pengobatan gratis bagi santri dan tenaga pengajar di dayah.

10. Mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh untuk membuat pengajian rutin di Instansi dengan melibatkan Pimpinan Dayah/Ulama Kota Banda Aceh

11. Mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh guna melakukan Silaturahmi Bulanan dengan Ulama Dayah (Forum Pimpinan Dayah)

12. Mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh dalam upaya pemberian bantuan hibah baik bantuan fisik maupun non fisik berkeadilan sehingga bantuan tidak menumpuk pada salah satu dayah. (SM)

Related posts