Ramadan Bulan Al-Quran

  • Whatsapp
  • Oleh : Fatimah syam, S.Pd.I, Guru PAI SMA N Semadam Aceh tenggara

Ramadan Daring – Bulan Ramadan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat islam. Bulan yang penuh dengan keberkahan, bulan dimana setiap perbuatan ibadah yang kita lakukan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Ramadhan sebagai bulan istimewa penuh rahmat, berkah, dan magfirah, didalamnya diturunkan Al-quran, kitab termulia diturunkan kepada Nabi termulia dan di malam termulia (malam al-Qadar) serta di bulan yang termulia.

Read More





Selain di kenal sebagai syahrul syiam, syahrul shabar, syahrul tarbiyah , Ramadhan juga dikenal sebagai syahrul Al-quran. Disebut sebagai syahrul Al-quran karena Al-quran pertama kali diturunkan pada bulan Ramadhan (QS al-Baqarah: 185).

Ramadhan merupakan salah satu moment yang sangat tepat untuk kita jatuh cinta kepada Al-quran.

Berbagai keutamaan Ramadhan sejatinya mampu memotivasi kita untuk berinteraksi dengan Allah SWT. Sungguh sangat ironis , bila dalam bulan yang penuh berkah ini kita tidak membaca Al-quran dan tidak mampu mengkhatamkanya.

Banyak hal yang bisa dilakukan dan diperbuat ketika ingin mendapatkan pahala yang banyak ketika bulan yang penuh berkah ini datang. Dalam hadits juga telah dikatakan bahwa berpuasa adalah menahan lapar dan haus mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, kemudian menahan hawa dan nafsu dan tidak berhubungan intim.

Maka, rugilah ketika datangnya bulan ini jika dilakukan hanya dengan sia-sia saja. Nabi besar Muhammad SAW telah mencontohkan kepada seluruh umatnya bagaimana hal yang sunah untuk dilakukan semasa hidupnya.

Seperti dalam bulan Ramadhan Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan kepada umatnya apa saja amalan sunah yang dapat dilakukan pada bulan suci Ramadhan, salah satunya adalah membaca Al-quran. Tentunya tak heran jika Rasulullah SAW sering membaca Al-quran pada bulan ini.

Allah Ta’ala berfirman :
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” QS. (Al Baqarah : 185)

Di dalam Hadits dikatakan bahwa siapa saja yang membaca satu huruf Al-quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan, sungguh kebaikan itu akan datang dengan sendirinya.Jika datangnya bulan Ramadan, kegiatan utama yang dilakuka selain berpuasa adalah membaca Al-quran.

Kemudian membaca dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah dengan melakukan hal ini maka kita akan menjadi insan yang berkah.

Imam Azzuhri mengatakan, “Amalan yang afdhal pada bulan Ramadhan setelah amalan puasa adalah tilawatul Quran.” Atas dasar hubungan inilah, umat Islam sejak zaman Nabi SAW sampai sekarang mengkhususkan sebagian besar waktunya pada Ramadhan untuk tilawatul Quran.

Utsman bin Affan RA mengkhatamkan Al-quran setiap hari, sebagian sahabat lainya mengkhatamkanya dalam tiga hari. Ada juga yang mengkhatamkanya setiap 10 hari sekali. Imam Syafii mengkhatamkannya 60 kali selama Ramadhan, selain bacaan dalam shalat.

Imam Malik kalau sudah memasuki bulan Ramadhan meninggalkan membaca Hadist dan mengkhususkan untuk memperbanyak tilawatul Quran.Demikian juga Sufyan ats-Tsauri mengkhususkan membaca Al-quran dan mengurangi ibadah-ibadah sunah lainnya.

Kewajiban kita sebagai Muslim untuk berinteraksi dengan Al-quran minimal dengan lima hal.

Pertama, membacanya dengan benar. Kita wajib membaca Al-quran sesuai dengan aturan tajwid, sebagaimana yang telah diajarkan secara talaqqi dari Rasulullah SAW sampai kepada kita.

Kedua, memahami makna Al-quran. Memahami Al-quran dapat dilakukan dengan cara membaca terjemahan dan tafsir Al-quran.

Bila kita mampu memahami buku, novel, cerpen dan sebagainya, maka sudah sepatutnya kita lebih memahami makna ayat-ayat Al-quran. Karena Al-quran adalah petunjuk dan pedoman hidup kita.
Ketiga, mengamalkan isi kandungan Al-quran.

Untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, kita wajib menjadikan Al-quran sebagai manhajul hayah(pedoman hidup). Allah menegaskan, “Barang siapa yang berpaling dari Alquran-Ku maka baginya kehidupan yang sempit dan kelak akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan buta (QS Thaha: 124-125).

Keempat, menghafalkan Al-quran.Kita dituntut untuk menghafalkan ayat-ayat dan surah dalam Al-quran semampunya. Minimal surat-surat pendek untuk dibaca dalam sholat.

Para ulama shalafus shalih mampu menghafal Al-quran dalam usia anak-anakseperti imam syafi’i yang mampu menghafal Al-quran pada umur 7 tahun. Itulah modal kesuksesan mereka didunia dan akherat,sehingga mengantarkan mereka menjadi seorang ulama dan menjadi hamba yang bertakwa.

Kelima, berinteraksi dengan Al-quran Yaitu menadaburi ayat-ayat Al-quran. Mentadaburi ayat-ayat Al-quran sangat bermanfaat bagi kehidupan kita,mengenai kisah-kisah para nabidan kaum terdahulu. Peristiwa masa lalu merupakan cerminan untuk masa depan.

Kisah – kisah itu bisa menjadi ibrah dan menambah keimanan kita. Begitu pula dengan berita tentang hal-hal ghaib seperti kehidupan akherat, adanya surga dan neraka, adanya malaikat dan jin dan sebagainya.

Dan lima kehebatan membaca Al-quran di bulan Ramadhan yaitu :
1. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda
2. Menjauh dari godaan setan
3. Lebih mengetahui apa saja yang terdapat dalam kandungan al-qur’an
4. Membuat hati tenang
5. Membangun pikiran positif

Akhirnya marilah kita mengisi hari-hari di bulan Ramadhan ini dengan berbagai aktivitas ibadah, khususnya berinteraksi dengan Al-quran dengan membaca dan mengamalkanya dalam kehidupan sehari-hari.

Dan menjadikan Ramadhan ini moment untuk mencintai Al-quran sebagai bacaan. Semoga Al-quran dapat menjadi syafaat (penolong)kita pada hari kiamat nanti. Amin!

Related posts