Zulkifli Andi Govi Nilai Wacana Perpanjangan Operasional Bank Konvesional, Sikap Gamang Gubernur Aceh

  • Whatsapp

Banda Aceh- Zulkifli Andi Govi Ketua Forum Gerakan Pelopor Ekonomi Syariah (GPES) menilai langkah Gubernur Aceh yang berencana melakukan revisi Qanun LKS mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan.

Sebut saja Tu Bulqaini Pimpinan Markaz Al Ishlah Al Aziziyah dan Prof. Dr. M Sabri Abdul Majid, M,Ec, ungkap Andi Govi.

Read More





Baru-baru ini Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berwacana penundaan pemberlakuan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah.

Langkah ini tentu tidak bijak, apalagi konon katanya penundaan tersebut karna adanya desakan segelintir pengusaha Aceh pasca dilaksanakannya Forum Bisnis tanggal 12 Desember 2020 di Pendopo Gubernur Aceh dan Rapat Teknis antara dunia perbankan, BI, OJK dan Pengusaha pada tanggal 18 Desember 2020 di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur Aceh.

Mestinya Gubernur Aceh mendengar suara Rakyat Aceh bukan suara segelintir pengusaha. Apalagi Qanun LKS lahir dari proses yang panjang yang diawali dengan Penyusunan Naskah Akademik, FGD, Pembahasan di Parlemen hingga pengesahan di Gedung DPRA. Kenapa malah tiba-tiba Gubernur Aceh gamang hingga mengeluarkan konsep surat penundaan.

Ini kan patut dipertanyakan. Sejatinya Gubernur Aceh memahami cita-cita luhur rakyat Aceh dan Ulama Aceh yang menginginkan bumi tanah rencong transaksi bisnisnya bebas ribawi.

Jika operasional perbankan konvensional di perpanjang sama halnya membiarkan transaksi ekonomi ribawi terus langgeng di bumi Aceh.

Related posts