Aminullah Buka Seminar Nasional Peluang dan Tantangan Implementasi Qanun 11 Tahun 2018

  • Whatsapp

Banda Aceh – Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh yang juga Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM membuka secara resmi Seminar Nasional dengan tema “Peluang dan Tantangan Implementasi Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Aceh”, Rabu (18/11/2020).

Seminar Nasional yang menghadirkan Sekjen MES Pusat, Edy Setiadi sebagai keynote speech ini digelar secara virtual oleh MES Aceh dari pendopo wali kota. Dipandu Sekum MES Aceh Sugito, seminar ini diikuti oleh 500 peserta dari berbagai latar belakang profesi dari seluruh Indonesia.

Read More





Dalam sambutannya, Aminullah mengatakan lahirnya Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang LKS Aceh merupakan peluang untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih baik di Aceh.

Katanya, sebagai kawasan yang strategis dari kacamata geopolitik, Aceh sesungguhnya memiliki kesempatan yang cukup besar untuk menjadi pionir dalam pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

“Ekonomi syariah di Indonesia, khususnya Aceh sedang melewati tahap yang penting di tengah ketidakpastian ekonomi global dan persaingan ekonomi kawasan yang semakin ketat. Namun dengan hadirnya Qanun LKS merupakan jawaban atas kebutuhan yang mendesak di tengah masyarakat terhadap sistem keuangan yang bebas dari riba, regulasi yang responsif dan model pengembangan sistem keuangan syariah yang sudah tersedia secara global,” katanya.

Terkait dengan tantangan, mantan Dirut Bank Aceh ini mengatakan era revolusi 4.0 telah membawa perubahan dalam sektor keuangan menjadi salah-satu tantangan perekonomian syariah saat ini.

Namun tantangan-tantangan itu akan teratasi jika seluruh stake holders industri keuangan syariah terus bersinergi dan semua elemen memberikan dukungan.

“Perlu keterpaduan langkah dari para praktisi, akademisi maupun asosiasi agar peng-implementasiannya lebih efektif dan efisien,” kata Aminullah.

Selain terus bekerja keras mendorong hadirnya sistem ekonomi syariah di Aceh melalui MES, Aminullah juga menunjukkan kinerja dan kerja kerasnya dari peran lain. Dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah, Wali Kota Banda Aceh ini telah berinovasi membentuk Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang diberi nama Mahirah Muamalah Syariah (MMS). Lembaga ini telah beroperasi sejak 2017 dan telah berhasil melepas masyarakat Banda Aceh dari jeratan rentenir.
“Sebelum Mahirah ada, 80 % pedagang kecil di Banda Aceh memiliki ketergantungan terhadap rentenir. Dari survey terbaru, Alhamdulillah saat ini hanya tinggal 14 % saja. Yang dilakukan Mahirah ini sejalan dengan cita-cita MES,” ungkap Aminullah.

Sementara itu, Edy Setiadi saat menyampaikan materinya mengapresiasi digelarnya seminar dan diskusi serta sharing ilmu seperti ini karena berperan penting dalam perkembangan ekonomi dan keuangan syariah, terutama ketika mengusung tema tentang Qanun Nomor 11 tentang Lembaga Keuangan Syariah, karena bersinggungan secara langsung dengan semua pelaku keuangan syariah di Aceh.

Ia memaparkan perkembangan ekonomi globlal yang memberi peluang bagi perkembangan ekonomi syariah. Katanya, State of the Global Economy mengestimasi bahwa muslim dunia menghabiskan USD 2,02 triliun pada tahun 2019 di berbagai sektor industri halal. Pengeluaran ini mencerminkan annual growth sebesar 3,2% dari tahun 2018 yang tentunya menggambarkan peluang besar bagi ekonomi.

Selain itu, aset keuangan syariah global diperkirakan telah mencapai USD 2,88 triliun pada tahun 2019.

Terkait ekonomi nasional, meski di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dan keterbatasan akibat pandemi Covid-19, ternyata perkembangan keuangan syariah sepanjang tahun 2020 masih menunjukkan pertumbuhan positif.

Diungkapkannya, posisi per Agustus 2020, total aset keuangan syariah nasional (tidak termasuk saham syariah) tercatat sebesar Rp1.678,94 triliun (setara USD 115,36 miliar) atau tumbuh 21,34% yoy dengan market share sebesar 9,69% dari total aset keuangan di Indonesia.

“Hal ini menunjukkan bahwa keuangan syariah memiliki daya tahan dan semangat yang tinggi untuk dapat bertahan di tengah krisis dan siap mendukung percepatan program pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Di akhir materinya, Edy Setiadi mengajak semua pihak terkait untuk terus bekerja sama dan berkolaborasi dengan MES dalam rangka menguatkan sistem ekonomi umat yang bebas riba.

Selain Sekjen MES Pusat, Seminar Nasional ini juga menghadirkan pembicara lainnya, yakni Anton Sukarna (Direktur Distribution & Sales Bank Syariah Mandiri), Prof Dr Syahrizal Abbas MA (Koordinator Wilayah Barat Pengurus Pusat MES) dan Dr EMK Alidar SAg MHum (Kepala Dinas Syariat Islam Pemerintah Provinsi Aceh).[]

Related posts