ARI Nilai Raqan Inisiatif DPRK Banda Aceh Tentang Pengelolaan Parkir di Tepi Jalan Umum Sangat Progresif

  • Whatsapp

Banda Aceh – Direktur Aceh Research Institute (ARI) Muhammad Syarif, SHI,M.H menilai Rancangan Qanun Penyelenggaraan Parkir di Tepi Jalan Umum yang sedang di godok Komisi III DPRK Banda Aceh, materinya sangat progresif.

Lompatan Politik hukum modern telah dinukilkan oleh Parlemen Kota Banda Aceh, ungkap Muhammad Syarif yang juga Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, saat mengikuti zoom meeting di forum Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), Jumat 16 Oktober 2020.

RDPU yang melibatkan beberapa stakeholders ini tentunya dalam rangka menerima masukan dari berbagai kalangan demi kesempurnaan materi muatan rancangan Qanun yang nantinya akan diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Pola dan mekanisme pengelolaan perparkiran kedepan menganut dua model yaitu modern dan konvensional.

Pola modern nantinya akan ditetapkan titik sentralnya yang diatur secara rigid dengan subordinate regulatory, Parkir Non tunai, taman parkir serta penggunaan stiker barcode atau QRpay merupakan spirit pengelolaan modern dan ini diyakini sebagai terobosan baru di Aceh dan Nusantara. Kalau ini berhasil maka Pendapatan Asli Daerah Kota Banda Aceh akan mudah terkontrol.

Nantinya setiap harinya juru parkir hanya perlu men scan stiker stiker barcode pada setiap kendaraan di Banda Aceh. “Sistim pembayaran non tunai seperti itu sangat efesien dan menguntungkan Pemeritah Kota Banda Aceh, karena dananya langsung bisa terkumpul dan pasti jumlah nominalnya,”unkap Muhammad Syarif yang juga Sekjen DPP ISKADA Aceh.

Related posts