GPS dan KNPI Aceh Kumpul Pemuda untuk Shubuh Berjamaah

  • Whatsapp

Banda Aceh – Gerakan Pemuda Shubuh (GPS) kembali mengatifkan rutinitas subuh berjamaah setelah fakum sejak awal pandemi Covid-19.

Pada pertemuan pertama pascacovid-19, GPS bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh dan sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Aceh.

Read More





“Pertemuan pertama dilaksanakan pada momen Hari Sumpah Pemuda,” tegas Ustaz Irhamullah El-Masu’dy yang menjabat Presiden GPS, Sabtu (30/10/2020) di Banda Aceh.

Untuk menggerakan semangat Shubuh berjamaah bagi pemuda Aceh, GPS menghadirkan Prof Dr Tgk Farid Wajdi Ibrahim MA sebagai penceramah. Ia mengulas perjuangan dan kehebatan pemuda masa lalu, baik pemuda yang ada di lingkaran Rasulullah, hingga pemuda Islam yang berjuang merebut kemerdekaan Indonesia.

“Pemuda hari ini harus berprestasi, seperti yang pernah ditoreh oleh pemuda sebelumnya,” tegas Prof Farid Wajdi dengan nada tegas.

GPS juga menghadirkan Ketua KNPI Aceh, Wahyu Saputra sebagai pemateri diskusi, yang dilaksanakan di Warung Kopi SMEA, Peurada, Banda Aceh.

Dalam orasinya, Wahyu Saputra mengangkat isu terkini yang penting direspon oleh pemuda Aceh, seperti penghinaan terhadap Islam, penusukan dai, pro kontran Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dan kinerja Pemerintah Aceh dalam pencegahan Covid-19.

GPS, KNPI Aceh bersama sejumlah Ormas dan OKP merumuskan rekomendasi hasil diskusi sebagai berikut:

1. Mengecam Presiden Prancis, Immanuel Macrons atas pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW dan menghina Islam, serta meminta muslim memboikot seluruh produk Prancis;

2. Mengutuk pelaku penusukan ulama/dai dan meminta Polda Aceh mengusut tuntas, serta melindungi dai ketika berdakwah;

3. Mendukung Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS), dan meminta Pemerintah Aceh untuk mensosialisasikan ke publik;

4. Mendesak Pemerintah Aceh terbuka terhadap _testing, tracing_ , dan _treatment_ (3T) Covid-19.

Related posts