Ketua FASKI Ajak Pemerintah dan Masyarakat Lebih Aktif Lindungi Situs Makam Peninggalan Sejarah di Aceh

  • Whatsapp

Banda Aceh – Penemuan batu nisan yang tidak terurus kembali ditemukan di wilayah Aceh. Terbaru adalah ditemukannya sejumlah situs nisan kuno yang berserakan lokasi pembangunan proyek jalan Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) tepatnya di pintu tol Kajhu, Kec. Baitussalam, Aceh Besar.

Batu nisan yang berserakan ini berbentuk bulat dan memanjang yang diduga milik para ulama yang hidup sekitar abad 16 hingga 19.

Seperti yang diberitakan sebelumnya oleh Serambi Indonesia bahwa situs makam ini ditemukan oleh Lembaga Peusaba Aceh berlokasi 5 meter dari proyek jalan Tol.

Penemuan situs makam yang tidak terurus ini adalah kelanjutan dari cerita banyaknya situs makam kuno di Aceh yang terbengkalai tanpa perhatian khusus dari pemerintah. Sebelumnya di tahun 2017 ada lokasi situs makam bersejarah Kesultanan Aceh Darussalam di Gampong Pande dan Gampong Jawa yang ingin dibangun sebagai lokasi pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Menindaklanjuti dari fonema banyaknya situs makam yang ingin digusur oleh kepentingan proyek pembangunan Pemerintah, Ketua Forum Alumni Sejarah dan Kebudayaan Islam (FASKI) Zulfahmi AMT, S. Hum sangat menyayangkan hal ini bisa terus terjadi apalagi yang digusur tersebut adalah makam para Raja dan para Ulama yang telah berjasa dalam membangun peradaban Aceh di masa lalu.

“Kami mengharapkan peran dari Pemerintah untuk tetap menjaga semua situs bersejarah yang ada Aceh. Oleh karena itu setiap proyek pembangunan infrastruktur yang dibuat oleh pemerintah sepatutnya tidak menggusur apalagi merusak situs makam bersejarah milik para indatu kita terdahulu”.

Ketua FASKI juga menyebutkan bahwa sekarang sudah ada Undang-Undang No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya yang berisi untuk menjaga dan melindungi cagar budaya seharusnya ini harus betul-betul di implementasikan agar semua situs cagar budaya terlindungi dengan baik.

“Melalui UU ini kita berharap kedepan tidak ada lagi situs cagar budaya yang tak terurus apalagi menjadi korban atas proyek pembangunan pemerintah. Peranan pemerintah dan kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk sama sama menjaga dan merawat peninggalan sejarah para pendahulu kita, “pungkasnya.

(Rifan/Septian)

  • Whatsapp

Related posts