PUPR Finalisasi Penyusunan DED Reservoir Krueng Neng

  • Whatsapp

Banda Aceh- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Banda Aceh finalisasi penyusunan Detail Engineering Design (DED) Reservoir Krueng Neng Gampong Asoe Nanggroe Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh, Jum’at (04/12/2020) di Aula Dinas PUPR.

Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Jalaluddin, ST, MT melalui Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Permukiman dan Air Minum (PLP-AM) Muhammad Siswanto, ST, MT mengatakan bahwa Reservoir ini direncanakan untuk menampung air bersih dari Intake Leupung, Kabupaten Aceh Besar.

Read More

“Reservoir Krueng Neng ini kita rencanakan dengan kapasitas enam ribu meter kubik, nantinya reservoir ini akan berfungsi untuk menampung sumber air bersih dari Krueng Geupeu di Leupung Kabupaten Aceh Besar. Sedangkan untuk pengerjaan jaringan pipa secara Regional akan dilakukan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar,” kata Siswanto.

Ia juga mengatakan, pembangunan reservoir ini nantinya akan dibangun di sekitar Krueng Neng dan akan melayani kebutuhan air bersih untuk wilayah Kecamatan Meuraxa, Kecamatan Jaya Baru, Kecamatan Baiturrahman dan Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh.

Pemaparan Finalisasi DED Reservoir Krueng Neng tersebut dilakukan oleh Konsultan CV. Alpin Pattiraya Consultant. Pada hari yang sama juga dilaksanakan pemaparan Finalisasi Hasil DED Pengembangan Jaringan Distribusi Gampong Blang Oi Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh oleh CV. Alif Consultant, Finalisasi DED DMA – Zona Satu oleh CV. Perancang Konstruksi serta Finalisasi DED DMA – Zona Dua oleh CV. Sketsa Desain.

“Hari ini baru empat konsultan kita expose finalisasi DED-nya, setelah melalui proses asistensi teknis dan pemaparan sebelumnya. Masih terdapat satu lagi Finalisasi DED yang akan kami finalisasi pada hari Senin depan,” kata Siswanto.

Dari ke empat pemaparan finalisasi hasil perencanaan tersebut, Siswanto mengapresiasi kepada para konsultan perencana akan hasil perencanaan yang disusun sudah sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) khususnya terhadap analisis cakupan air bersih di kawasan permukiman, sedangkan untuk DMA Zona Satu dan Dua juga sudah sesuai KAK khususnya analisis tentang kebutuhan air bersih sehingga dapat menangani masalah kebocoran air bersih di PDAM.

Siswanto menilai, dengan terbangunnya Reservoir Krueng Neng berkapasitas enam ribu meter kubik, maka Kota Banda Aceh akan memiliki stok cadangan air bersih baru yang bersumber dari air baku Krueng Geupu Leupung Kabupaten Aceh Besar dan itu sangat menguntungkan bagi Kota Banda Aceh terkhusus masyarakat sekitar reservoir tersebut.

“Pembangunan reservoir ini sangat dibutuhkan untuk cadangan sumber air baku yang selama ini berasal dari Bendungan Karet Lambaro yang kondisi saat ini masih dalam tahap perbaikan” kata Siswanto

Dalam hal ini, Siswanto berharap jika proyek ini nantinya terealisasi dengan cepat maka permasalahan air bersih yang terjadi selama ini di Banda Aceh dapat tertangani dan selesai.

Related posts