Syiah Kuala Lakukan Musrenbang 2022

  • Whatsapp

Banda Aceh – Kecamatan Syiah Kuala melakukan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2022 di Kantor Camat Syiah Kuala, Rabu (03/03/2021).

Musrenbang tersebut diikuti oleh anggota DPRK Banda Aceh, Kepala Bappeda Kota Banda Aceh, Kepala SKPD, Kapolsek Syiah Kuala, Koramil Syiah Kuala, Kepala KUA Syiah Kuala, Kepala Puskesmas Jeulingke dan Kopelma Darussalam, para keuchik dan imum mukim dalam Kecamatan Syiah Kuala, para ketua TPG dalam Kecamatan Syiah Kuala, ibu-ibu perwakilan Musrena dan ibu-ibu perwakilan balai inong gampong.

Camat Syiah Kuala, H. Aulia R Dahlan, S.Sos mengatakan Musrenbang ini sangat penting dalam pembangunan khususnya gampong-gampong di Kota Banda Aceh.

“Alhamdulillah meskipun dalam keadaan pandemi Covid-19 kita masih dapat melaksanakan Musrenbang karena sudah menjadi amanah bagi kita semua dalam melaksanakannya,” Kata Aulia.

Sebelumnya juga sudah dilakukan Musrenbang tingkat gampong, kemudian tingkat kecamatan, Musrenbang tingkat kota dan akhirnya tingkat provinsi.

Adapun usulan Musrenbang dari setiap gampong di Syiah Kuala yang telah diverifikasi oleh Tim Bappeda, hasilnya akan masuk kedalam usulan yang dibahas pada Musrenbang kecamatan yang nantinya diurutkan sesuai prioritas kemudian diteruskan kepada SKPK terkait.

Usulan-usulan tersebut ialah ada empat usulan Gampong Alue Naga, ada tiga usulan dari Gampong Deah Raya, Ie Masen Kaye Adang ada tujuh usulan.

Sementara itu untuk Gampong Jeulingke ada delapan usulan, ada tujuh usulan dari Gampong Kopelma Darussalam, enam usulan Gampong Lamgugob, empat usulan dari Gampong Peurada, untuk Gampong Pineung ada tujuh usulan dan Gampong Tibang ada enam usulan.

Kata Aulia, pentingnya Musrenbang ini untuk stabilitas pembangunan di gampong-gampong wilayah Kecamatan Syiah Kuala lebih maju.

“Saya mengharapkan pada Musrenbang ini ada partisipasi aktif dari peserta agar memberikan masukan-masukan yang diinginkan ke depan,” harap Aulia.

Selain itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banda Aceh Weri, S.E, MA dalam arahannya mengatakan untuk sistem informasi penginputan usulan mulai dari Musrenbang tingkat gampong sampai tingkat provinsi dan nasional harus menggunakan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).

“Ini merupakan sistem baru milik nasional yang harus kita laksanakan mulai dari Musrenbang gampong dan kita sudah melatih operatornya juga diikuti oleh sekretaris desanya,” kata Weri.

Kata Weri, operator setiap gampong dilatih bagaimana cara mengusulkan dan apa yang harus dilengkapi dan ada waktunya yang bisa diinput.

Weri menambahkan jika ada daerah yang tidak menggunakan SIPD tersebut maka APBKnya tidak didanai oleh pusat.

  • Whatsapp

Related posts