Wakil Wali Kota  Bersih-Bersih Taman Wisata Meuraxa bersama Warga

  • Whatsapp

Banda Aceh – Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin ikut serta dalam aksi bersih-bersih Taman Wisata Meuraxa, Gampong Lambung, Sabtu 5 Desember 2020.

Acara tersebut dirangkai dengan sosialisasi program Cleanliness, Health, Safety, and Environment (CHSE) yang dicetuskan oleh Kemenparekraf RI kepada masyarakat khususnya para pelaku industri pariwisata.

Read More





Sebelum pelaksanaan acara, Chek Zainal -sapaan akrab wakil wali kota- menyerahkan secara simbolis peralatan dan perlengkapan gotong-royong serta toolkit pencegahan Covid-19 kepada para peserta aksi.

Turut bergabung di sana Kepala Dinas Pariwisata Banda Aceh Iskandar, Kaban Kesbangpol Bachtiar, para petugas kebersihan DLHK3, perwakilan balee inong, Muspika Meuraxa, keuchik, dan perangkat gampong serta sejumlah warga setempat.

Dalam sambutannya, Zainal Arifn mengapresiasi dinas pariwisata melaksanakan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tersebut. “Ini juga dalam rangka mendongrak jumlah kunjungan wisatawan ke Banda Aceh,” katanya.

Ia pun berharap segenap elemen kota proaktif menjaga kebersihan yang menjadi salah satu faktor utama penarik minat wisatawan. “Salah satunya mengurangi sampah plastik dengan menggunakan tumbler atau botol air sendiri,” kata Chek Zainal.

Katanya lagi, kegiatan yang digelar selama dua hari tersebut juga bagian dari upaya menekan angka penyebaran Covid-19. “Untuk itu saya mengajak semua pihak untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.”

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19, saat ini Banda Aceh berada dalam zona kuning -kota dengan risiko rendah penyebaran virus Corona. “Alhamdulillah kita sudah beranjak dari zona orange ke zona kuning. Ini karena angka kesembuhan terus meningkat dan juga tidak ada penambahan kasus positif dalam beberapa hari terakhir,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Ria Jelmanita, mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan CHSE kepada masyarakat dan pengelola wisata. “Dan yang tak kalah penting untuk membangkitkan semangat masyarakat untuk bergotong-royong.”

“Kegiatan ini kita gelar dua hari. Hari ini di Taman Wisata Meuraxa, dan besok di Gampong Jawa tepatnya di seputaran titik nol Kota Banda Aceh,” kata Ria.

Sebagai informasi, CHSE adalah proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, usaha/fasilitas lain terkait, lingkungan masyarakat, dan destinasi pariwisata. Sertifikasi CHSE berfungsi sebagai jaminan kepada wisatawan dan masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

Related posts