Ketua PGRI Bireuen : Ini Berita yang Menyakitkan dan Melukai Hati Guru

  • Whatsapp

BIREUEN—“Ini berita yang sangat menyakitkan dan telah melukai hati guru Aceh bahkan guru seluruh Indonesia, juga melukai instansi pendidikan di Aceh dengan meneyebarkan berita bohong, padahal kejadiannya tidak seperti yang diberitakan,” tegas Ketua PGRI Bireuen.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bireuen Drs, Zainuddin, M.Pd, melalui rilisnya ke media ini, Selasa (4/8/2020) mengecam keras oknum yang telah menyebarkan berita bohong yang menimpa kepala SLB Bireuen, Istiarsyah beberapa hari yang lalu.

Baca juga : Ketua IGI Bireuen Prihatin Terkait Fitnah yang Menimpa Terhadap Istiarsyah

Fitnah dan pencemaran nama baik dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan berita bohong serta memutar balik fakta dari kejadian sebenarnya, sebagaimana yang telah dilansir oleh salah satu media online dengan judul : “Diduga seorang ayah ajari anaknya mencuri kotak amal mesjid”. Bukan hanya itu, selain berita online tersebut turut juga ditayangkan dan menyebarkan vidio youtube dengan judul yang berbeda yang sangat menyudutkan dengan menulis “Pencuri di Mesjid Alue Bili Rayeuk, Baktiya, Aceh Utara Satu keluarga”.

Baca juga : Berawal untuk Kurban Keluarga, Tamarlan Sukses Ternak Domba Garut Hingga Nagan Raya

“Dari itu, PGRI Bireuen menuntut kepada media yang telah mencemarkan nama baik guru dan profesi guru tersebut, untuk meminta maaf selama sebulan penuh, yang dimuat dalam media yang mereka miliki,” kata Zainuddin.

“PGRI Bireuen juga mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh Bapak Istiarsyah Iskandar, untuk melaporkan media online, dan pemilik akun Video youtube kepada pihak kepolisian,” lanjut Zainuddin.

Secara terpisah Ketua PGRI Provinsi Aceh, Almunzir SPdI MSi mengatakan, kita sangat menyayangkan hal ini terjadi dan ini telah melukai hati guru, seharusnya pihak yang menyebarkan informasi ini TABAYYUN terlebih dahulu sebelum menyebarkan informasi tersebut.

“PGRI Aceh juga meminta pihak berwajib untuk mengusut tuntas kejadian ini, sehingga tidak terulang lagi pada guru-guru lainnya,” tutup Almunzir.[ril]

Related posts