Ketika Bocah Sudah Ketagihan Main Game Online

  • Whatsapp
  • Oleh: Bung Syarif Meukek*

Trend game online sudah mewabah melebihi dahsyatnya sebaran virus corona. Aneh tapinyata trend ini meningkat pasca negara mendeklarasikan situasi covid-19 menjadi kepiluan dunia.

Sekolah libur, bocah-bocahpun semakin liar dalam menggunakan andoid untuk main game online. Celakanya sudah pada beli chip atawa dikualifikasi judi online. Sabtu, 12 Desember 2020 saya mencoba melakukan observasi prilaku “bocah-bocah games” saya menyebutnya demikian biar diksinya nendang.

Bacaan Lainnya

TOKO CCTV
Melayani Penjualan & Pemasangan CCTV / Security System Wilayah Aceh
+62812 6461 7339

Bagaikan gerombolan games, mereka telpon satu persatu kawannya, kira-kira seumuran anak SMP kelas I hingga Kelas 3 bahkan ada juga yang sudah masuk Kelas I SMA.

Ya ini sich berdasarkan ramalan imajiner menebak usia saja. Sang bocah ini bermodalkan satu gelas teh manis, sanger atau kopi susu mereka menikmati Wifi gratis di sebuah Warkop yang berlokasi di Aceh Besar. (nama warkop Anonim).

Saya heran kok bisa bebas dan liar gitu mainnya. Tanpa ada yang peduli atawa melarangnya. Lantas siapa yang disalahkan? Jawaban sederhananya adalah orang tua masing-masing. Dalam kontek ini kita boleh tidak sepakat.

Tapi saya ambil kesimpulan ada pembiaran dari orang tua dan lingkungan sekitarnya. Cara mudah membasminya adalah jangan kasih androit pada bocah, kalaupun dikasih wajib diawasi.

Bermain game online saat sedang jenuh atau di waktu luang memang sangat menyenangkan. Namun, tahukah Anda bahwa game online juga bisa berefek negatif pada kesehatan fisik dan mental kita? Melansir laman resmi Kementrian Kesehatan Indonesia, game online tak hanya disebut bisa menyebabkan adiksi tetapi juga bisa berbagai keluhan fisik, serta perubahan struktur dan fungsi otak.

Melansir dari berbagai sumber, berikut efek kesehatan yang ditimbulkan akibat terlalu banyak bermain game online diantarnya; Pertama;Kecanduan. Salah satu masalah kesehatan utama yang ditemukan pada anak-anak dan remaja yang terlalu banyak bermain video game online adalah kecanduan.

Banyak studi uji klinis menunjukkan bahwa obsesi yang muncul akibat terlalu banyak menghabiskan waktu bermain game online sama dengan penyalahgunaan alkohol atau narkoba.

Efek dari kecanduan ini dimanifestasikan melalui kurangnya fokus pada kegiatan sehari-hari lainnya, kurangnya perhatian di kelas, dan pemikiran yang konstan tentang permainan. Bahkan, Organiasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan kecanduan game online sebagai salah satu jenis penyakit gangguan mental (mental disorder).

Melansir laman SehatQ, kecanduan game juga bisa muncul dibarengi kelainan mental lainnya, seperti stres, depresi, serta gangguan kecemasan.

Kedua; Gangguan penglihatan.Terlalu banyak bermain game online juga bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan pada organ mata, terutama penurunan penglihatan. Melansir Hello Sehat, mata manusia tidak mempunyai proteksi yang cukup dari paparan sinar biru, baik yang berasal dari sinar matahari maupun peralatan elektronik. Riset dari Harvard membuktikan bahwa sinar biru telah lama diidentifikasikan sebagai sinar yang paling berbahaya bagi retina.

Jasa Pembuatan Website SEO Personal / Instansi / Kantor / Sekolah
+6252 1150 5391

Pos terkait