Tidak Mudik, Tanda Sayang Saudara

  • Whatsapp

Oleh : M. Sanusi Madli

OPINI—Mudik merupakan tradisi yang selalu dirindukan oleh segenap penduduk negeri, bahkan persiapan mudik telah dilakukan jauh jauh hari, rasa rindu ingin bertemu sanak saudara selalu menjadi motivasi tersendiri bagi para pemudik, namun apa daya, kini pemerintah melarang secara tegas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Tenaga Kontrak untuk melakukan mudik, bahkan untuk memastikan para jajaran abdi Negara ini tidak mudik, sang atasan akan melakukan video call setiap hari, sementara untuk masyarakat umum pemerintah menghimbau sekaligus berharap agar jangan mudik.

Larangan ini tentu memiliki alasan, diantara nya adalah sebagai upaya bersama dalam mencegah penyebaran covid-19, mencegah agar virus ini tidak menyerang orang orang tersayang, sanak keluarga dikampung halaman, orang orang yang kita cintai tidak dibunuh begitu saja oleh virus yang telah merampas jutaan nyawa ummat manusia di dunia.

Penyebaran virus akan lebih mudah dihentikan bila kita tidak melakukan mudik, atau tidak berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, apalagi kita bergerak dari zona merah ke zona hijau, itu sama saja kita mengundang pembunuh misterius untuk membunuh orang orang yang kita cintai, betapa menyesal nya kita bila kemudian akibat perjalanan yang kita lakukan menyebabkan orang orang yang kita cintai terinfeksi lalu meninggal, maka penyesalan akan datang saat nyawa melayang dan tak akan kembali, padahal bila kita bersabar sejenak, maka mudik bisa kita lakukan di waktu yang lain saat suasana mulai kondusif.

Memang ada yang berpendapat, soal umur, soal takdir, itu sudah ditentukan, memang benar, tapi Allah perintahkan kita untuk berikhtiyar, berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari segala kemungkinan buruk, menghindari dari hal yang lebih mudharat, bahkan kisah ikhtiyar ini telah di contohkan oleh sahabat Nabi yang Mulia, Gubernur Amr Bin Ash masa khalifah Umar Bin Khattab, Amr Bin Ash menggantikan dua gubernur yang sebelumnya meninggal akibat penyakit menular tersebut, yakni Abu Ubaidah dan Muadz Bin Jabbal, mereka adalah orang orang shaleh yang taat beribadah.

Oleh karena itu, tidak melakukan mudik adalah langkah dan cara yang tepat menunjukkan rasa sayang terhadap saudara dikampung halaman, karena kita tidak pernah tau, oleh oleh apa yang akan kita bawa saat kita mudik, petaka atau gembira, tidak ada yang tau, karena banyak yang telah terinfeksi virus namun masih terlihat sehat, yang dikenal dengan istilah OTG (Orang Tanpa Gejala) namun virus tersebut tetap dapat menularkan kepada orang lain.

Aceh hari ini masih berstatus zona hijau, semoga status ini tidak berubah paska lebaran nantinya, karena itu langkah pemerintah untuk menutup akses pintu masuk Aceh patut diapresiasi, kesigapan berbagai pihak, dukungan dari berbagai kalangan, mudah mudahan Aceh terus hijau hingga pandemi ini berakhir.

Wallahu’alam…

Related posts