Bahasa Daerah di Aceh Harus Dipertahankan

  • Whatsapp

SANTERDAILY.COM | BANDA ACEH— Ikatan Duta Bahasa Provinsi Aceh (IKADUBAS) melaksanakan seminar dan lokakarya kebahasaan dan kepemudaan pada Senin, 19 November 2018 bertempat di Auditorium Politeknik Aceh.

Narasumber seminar, Mulya menyebutkan penggunaan bahasa di Aceh lebih kurang ada sembilan bahasa daerah dan bahasa Nasional (Bahasa Indonesia), namun bahasa daerah yang ada di Aceh sudah sangat minim penutur dalam kesehariannya.

Read More





Menurut Mulya hal ini dikarenakan masyarakat yang kurang menyadari pentingnya penerapan bahasa daerah sebagai bahasa ibu di lingkup rumah tangga. “Disinilah pentingnya peranan orang tua untuk menerapkan bahasa daerah sejak dini guna mempertahankan identitas ke-Acehan,” tandasnya.

Pada kesempatan ini, Mulya juga memanggil tiga orang Mahasiswa untuk memperkenalkan dirinya dalam bahasa daerah, namun ada salah seorang mahasiswa yang berasal dari kota Banda Aceh yang tidak bisa memperkenlkan dirinya dalam bahasa daerah (Bahasa Aceh).

“Hal ini membuktikan bahasa Aceh sudah jarang di pelajari oleh pemuda Aceh itu sendiri,” tegas Mulya.

Panitia seminar, Ziaul Fahmi yang juga Duta Bahasa Favorit Aceh 2018 menambahkan acara seminar ini bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta para mahasiswa atau pemuda aceh khususnya dalam mengembangkan kembali bahasa-bahasa daerah yang ada di provinsi Aceh.

Selain seminar juga dilaksanakan acara pelantikan Ikatan Duta Bahasa (IKADUBAS) provinsi Aceh periode 2018-2019.

Related posts