Hmm….

  • Whatsapp

Oleh: Muklis Puna

PUISI–

Udara beringas menguap
Temperatur mematri wajah
polusi suara mengumbar perang
Ghibah memburu mangsa
Kotak- kotak bergumam dalam genggaman

Hmm….
Aku keluar kotak
Kubiarkan suara berselingkuh
Niatku sangkut di tenggorokan
Jalanan penuh panji dan janji
Pelangi hinggap di pohon dan menara
Para tengkulak menjual kertas bergambar

Hmm…..
Semakin ke ujung meluah jurang
Suara -suara diraut halus dan mengkilap
Aku berdiri di ruang waktu
Berlindung di balik topi hitam
Menunduk sambil menghitung resah

Hmm…
Udara panas menghadang
Mengasah otak dalam teka- teki negeri
Badai merebut haluan di tengah pergantian musim
Gelombang pasang menghantam daratan
Nelayan bimbang dibawa arus
Tersesat himpitan badai

Hmm….
Pasang tak lagi bergantung bulan
Gelombang tak lagi mengusap pantai
Semakin ke tepi malah menjulang
Burung camar mematuk buih di atas gelombang
Air keruh, sungai -sungai memikul resah

Hmm…

Udara semakin panas
Dendam menikung di simpang jalam
Pasar -pasar sepi, penjual obat beraksi
Nasi bungkus jadi idola
Tengkulak masker mendulang laba
Tukang sabun berndendang ria
Pamplet anti virus berhamburan

Hmm…..
Penguasa linglung
Kebijakan seperti patah arang

Lhokseumawe, 27
Mei 2020

Related posts