PENGABDIAN TANPA KOMA

  • Whatsapp

Karya : Muklis Puna

SANTERDAILY.COM | LHOKSEUMAWE—–

Telah kau goreskan cita -cita mu
dalam buku saku tak berjudul
Di atas kertas buram,
Kau tanamkan pengabdian tanpa koma
Tuhan telah meneteskan secuil ilmu dalam gemerincik denyutan nadi
Ruh maypada ditiup dalam saraf di bawah tumpukan jeramai usang

Dua puluh enam aksara kau sungsangkan,
Hingga langit dan bumi telanjang lewat tatapan
Kau kupas kulit matahari hingga berpeluh ilmu
Sekelebat mata kau hitung jarak ciuman bulan pada bumi
Berlapis- lapis langit ,
kau gelarkan di atas meja lapuk dalam masa tak berbilang

Aku terharu mengeja kisahmu
Bibit nyiur yang kau semai kini subur di nusantara
Akar serabut mencengkram bumi membekas dalam angan
Batang beserat baja kokoh menopang beban
Buahnya bertandan indah dalam pelepah ,
Melambai cita yang telah kau benamkan

Aku heran kenapa kau jalan di tempat
Dari masa ke masa itu saja ocehanmu tentang indahnya dunia
Kau usir mentari saat menyentuh pucuk keladi
Dalam kepopong seragam kusam melangkah menebar virus
Bocah kemayu melompat riang dalam lamunan
Malaikat kecil menyapa di pintu kelas

Kadang nasib tak menuai takdir
Wajah -wajah nakal menggangu tidurmu
Di tengah perjalanan kisah ia menikung ke arah jurang
Berubah menjelma bagai simalakama
Kulihat wajah mu tak sedikitpun mengurat duka
Dendam tak lagi menebah dada
Dalam kegetiran kisah ,tetap kau pandu sampai berujung syahdu

Jika buah karya retak di akhir masa
Kau dihujah berjamaah sampai ke bayang
Upah- upah halal dicerca di panggung politik
Tapi tak pernah kau meracau mengutuk nasib
Besok pagi
Kau tetap membuka kelopak mata malaikat kecil menuntun ke jalan lurus

Selamat hari guru!!!

Lhokseumawe,25 November 2018

Related posts