Sadiqah, Dara yang Konfiden dan Eksis Berbahasa Gunakan Bahasa Daerahnya

  • Whatsapp

SANTERDAILY | ACEH TIMUR— Sadiqah, dara ayu yang masih menduduki kelas XII SMAN 1 Idi Rayeuk, merupakan salah yang dipercayakan menjadi salah seorang anggota paskibraka untuk Kabupaten Aceh Timur selama dua tahun berturut-turut 2017-2018.

Dara penyuka mie aceh dan air putih dingin serta tidak menyukai air dalam kemasan ini, berayah ibukan orang Aceh, sama dengan dara-dara Aceh lainnya.

“Apa yang membedakan Nyak Sadiqah dengan dara-dara yang lain”?

Tanpa dinyana kami yang ikut kontingen Aceh Besar dalam acara Hari Aksara Internasional (HAI) pada Kamis (13/12) malam, bertutur sapa dengan Sadiqah yang kebetulan pergi bareng dengan Dina yang menjadi perwakilan kami untuk mencarikan rumah sewaan selama kami di sini.

Saat kami menanyakan sesuatu dalam bahasa Indonesia, langsung saja dia menjawabnya dalam bahasa Aceh.

Lantas kami tertegun sejenak dan bertanya kepada Sadiqah.

Kenapa menjawab pertanyaan kami dengan bahasa Aceh. Selanjutnya, dia menjawab “karena saya tahu bapak kan rombongan Aceh Besar, pasti bapak bisa berbahasa Aceh,” ujarnya.

Saya terkesima mendengar jawabannya. Lalu, saya tanyakan “apa enggak bisa berbahasa Indonesia?”, dia menjawab “bisa”. Setelah itu, sayapun mencoba menanyakan dan berbicara dengan bahasa Indonesia, diapun lancar menjawabnya.

Ternyata dia memang bisa berbahasa Indonesia. Yang menjadi pertanyaannya kenapa dia menjawab pertanyaan yang pertama saya dengan bahasa Aceh?

Dara kelahiran tahun 2001 ini mengungkapkan, dia berbicara bahasa Aceh bukan berarti tidak bisa berbahasa Indonesia, namun ia ingin bahasa Aceh tetap lestari.

“Fenomena sekarang banyak orang Aceh bisa berbahasa dengan bahasa daerahnya sendiri bahkan ada yang merasa malu,” ujar Nyak Sadiqah.

Anak ketiga dari empat bersaudara yang punya cita-cita ingin jadi dokter ini, mengatakan pelajaran yang paling dia sukai adalah Biologi.

Di akhir pembicaraan singkat pada malam itu, dia mengucapkan “mohon doanya semoga saya dapat meraih cita-cita ya,” pungkasnya.

Related posts