HIPKIN Aceh: Hari Guru, Momentum Tingkatkan  Kulitas Guru

  • Whatsapp

Opini –  HIPKIN Aceh (Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia) mengatakan guru menjadi kunci keberhasilan pendidikan. Sebab, perananya sangat penting dalam mentransfer ilmu serta memberikan karakter dan contoh yang baik kepada anak didik.

Hari Guru tahun ini diharapkan menjadi momentum intropeksi diri bagi tenaga pendidik. Guru diingatkan untuk selalu meningkatkan kualitas mengajar, sehingga menghasilkan proses belajar yang bermutu.

Read More





“Guru adalah salah satu ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah, karenanya, kualitas diri harus terus ditingkatkan” ungkap Ketua HIPKIN Aceh (Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia) Dr. Azhar, M. Pd.

Ketua HIPKIN Aceh yang juga Calon Rektor IAIN Lhokseumawe periode 2021-2025 mendorong para guru untuk mempertajam pendidikan karakter. Sebab, di era modern sekarang banyak pelajar memiliki karakter buruk akibat pengaruh teknologi yang semakin pesat. “Di era milenial ini pendidikan karakter harus benar-benar diperkuat,” tuturnya.

Tidak hanya Guru, Dr. Azhar juga mengingatkan kepada siswa untuk melakukan 5 hal yakni, taat kepada kedua orang tua, ta’at kepada guru, rajin belajar, mendirikan salat dan mengaji. “Kalau ingin sukses 5 hal ini harus dijalankan,” ungkap Azhar yang juga Jebolan Doktor UIN Jakarta.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua HIPKIN Aceh Muslem, S. Ag, M. Pd mengaku sangat terharu dengan akan diperingati hari guru pada tanggal 25 November 2020. Sebab, banyak jasa-jasa guru yang tidak bisa dibayar dengan materi. “Kalau bukan karena guru, saya tidak apa-apanya. Karena jasa guru tidak bisa kita dibayar dengan apapun,” ujarnya.

Hari Guru di Indonesia ditetapkan melalui Keputusan Presiden No 78 Tahun 1994. Keppres ini menetapkan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus sebagai Hari Guru Nasional (HGN). Sebagai mana pada tanggal 25 November dipilih sebagai Hari Guru Nasional (HGN), berangkat dari fakta sejarah diadakannya Kongres Guru Indonesia (KGI) pada 24-25 November 1945 di Surakarta, Dalam kongres tersebut, dibentuklah organisasi PGRI untuk mewadahi semua guru di Indonesia.

Editor: Abi Andesa

Related posts