Kelebihan Puasa Ramadan di Tengah Covid -19

  • Whatsapp

Oleh : Hamdani SPd MPd*

OPINI—Puasa ramadan hanya dilakukan oleh ummat Islam selama satu tahun sekali. Walaupun puasa ramadhan yang dilakukan ummat Islam tahun ini di tengah situasi pandemi covid-19, tetapi semangat dan kegembiraan untuk menyambut kedatangan sang tamu Allah tak boleh kendor.

Read More



Setiap Umat muslim harus meningkatkan iman serta memperbanyak amal makruf melalui Ibadah baik Ibadah wajib maupun ibadah sunnah yang bisa dilakukan walaupun hanya di rumah. Seperti shalat tarawih membaca Al-Quran , shalat tahajud atau qiyamul lail. Perlu kita merefleksikan tentang momentum ramadhan beberapa tahun lalu. Kebanyakan kita sibuk dengan rutinitas kita, seperti berpergian yang sering menghabiskan waktu, sehingga tidak dapat mengerjakan amalan-amalan baik di bulan yang penuh rahmat dan kelebihan.

Padahal sangat kita sayangkan tidak bisa di gunakan momentum ini hanya sekali dalam setahun.

Sebuah hikmah dibalik situasi pandemi ini, yaitu hampir semua umat muslim mempunyanyi banyak waktu untuk menjalaknan amalan yang makruf seperti membaca Al-Qur’an. Hal ini yang sering diabaikan oleh masyarakat disibukan dengan berbagai macam aktifitas duniawi yang dilakukan di bulan berakah ini,oleh sebab itu sebaiknya masyarakat diperintahkan tetap dirumah saja.

Membaca Al-Quran tidah hanya di bulan ramahan saja. Mestinya dilakukan setiap saat dan setiap hari sebagai mana Allah SWT memerintahkan, sehingga menjadi dalam kehidupan kita di dunia ini, karena membaca Al-Quran di bulan Ramadhan tentu memiliki kelebihan dan keutamaan bagi umat muslim.

Setiap orang yang membaca Al-quran mendapat fahala luar biasa besar dan akan dilipatgandakan. Sebagai mana sabda Rasulullah SAW yang di riwayatkan “Tirmidzi”. “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.

Seandainya membaca Al-Qur’an akan mendapatkan kebaikan dan pahalanya dilipat gandakan, apalagi membaca Al-Quran di bulan yang penuh keberkahan dan kelebihan ini.

Kemungkinan besar akan lebih banyak kebaikan serta ganjaran yang akan diraih bagi siapa yang membacanya.

Selain membaca Al-Qur’an, dalam kondisi pandemi Covid 19, bukankah Allah memberikan kesempatan kepada umat islam untuk menjaga kesempurnaan kualitas puasanya?, kalau kita lihat dari perfektif agama ada beberapa hal yang dapat mengurangi kualitas pahala puasa.

Antara lain adalah gosip, perkataan yang kotor, berdusta menatap seseorang yang dapat mempengaruhi syahwatnya. Dan tidak hanya yang disebutkan ini, hal-hal lain yang perlu dijaga saat berpuasa selain makan dan minun, sebagi mana hadis yang diriwayatkan hadits, oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
Artinya : “Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rafats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.

Aktifitas di luar rumah seperti berkumpul dengan teman dapat mempengaruhi kualitas atau pahala puasa berkurang, , karena dalam interaksi komunikasi seringkali terucap perkataan buruk secara spontan serta pembicaraan yang tidak penting.

Tak tertutup kemudian setiap aktifitas yang di kerjakan diluar rumah bisa membuat masyarakat bebas bertemu dan melihat siapapun sehingga secara tidak sengaja teucap kata-kata yang kurang senonoh, apalagi ketemu dengan lawan jenis sehingga dapat menimbulkan hawa nafsu.

Dalam kondisi pandemi Covid 19 ini memang masyarakat kurang melakukan aktifitas diluar rumah, karena pemerintah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berada di rumah saja, hal-hal yang dapat mengurangi kualitas puasa bisa dihindarkan.

Dengan cara, kita bisa mengambil hikmah ramadhan disaat pandemi Covid 19 ini, mari kita sebagai umat muslim fokus untuk menjalankan ibadah puasa serta mengerjakan amal- amal baik, sehingga kita tidak termasuk orang yang merusak pahala berpuasa di bulan yang penuh hikmah dan kelebihan.

*Penulis adalah Kepala SMAN 1 Bireuen, Mahasiswa Program Doktor UINSU Medan.

Related posts